Pulang Pisau

Bupati Apresiasi Peragaan Benang Bintik

59
×

Bupati Apresiasi Peragaan Benang Bintik

Sebarkan artikel ini
PERAGAAN BUSANA: Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i bersama Ketua TP PKK, Hj Hasanah Rifa'i dan Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta bersama Ketua GOW Hj Dwi Erlina Jayadikarta saat tampil pada peragaan busana Sinta Benang Bintik di Stadion HM Sanusi setempat, Selasa (7/7/26) malam. Foto: Ist

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i memberikan apresiasi atas terselenggaranya Peragaan Busana Sinta Benang Bintik 2026 yang digelar di halaman Stadion HM Sanusi, Selasa (7/7/26) malam. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya melestarikan sekaligus mempromosikan budaya lokal kepada masyarakat.

Peragaan busana yang diikuti kepala daerah bersama jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat Bumi Handep Hapakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Rifa’i menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, di antaranya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pulang Pisau, TP PKK, GOW Kabupaten Pulang Pisau, DPW Kabupaten Pulang Pisau, serta panitia penyelenggara.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia berharap peragaan busana tersebut menjadi ruang kreativitas bagi para perancang dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan serta mempromosikan benang bintik khas Kabupaten Pulang Pisau agar semakin dikenal luas.

“Saya berharap melalui peragaan busana ini lahir ruang kreativitas untuk mengangkat dan memproduksi kekayaan budaya lokal, khususnya benang bintik khas Kabupaten Pulang Pisau, sehingga semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.

Menurut Ahmad Rifa’i, tema Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026 memiliki makna yang mendalam. Kata Sinta yang berarti cinta mencerminkan rasa bangga dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Ia menegaskan, benang bintik bukan sekadar kain atau busana, melainkan karya seni yang sarat makna, filosofi, serta menjadi identitas masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau.

“Bukan hanya sekadar kain atau pakaian, benang bintik merupakan mahakarya seni yang sarat makna, filosofi, dan identitas masyarakat Dayak di Bumi Handep Hapakat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, camat, BLUD, BUMN, serta BUMD yang berpartisipasi dalam Peragaan Busana Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026. (ung/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *