PALANGKA RAYA – Operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan personel Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, semakin terang. Tiga anggota kepolisian gugur setelah mendapat serangan brutal dari kelompok yang diduga terkait dengan target operasi narkoba itu. Kronologi kejadian mulai terungkap berdasarkan penjelasan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
“Operasi tersebut bukan dilakukan secara mendadak. Sebelum bergerak ke lokasi, personel telah melakukan penyelidikan dan pemantauan selama beberapa waktu untuk memastikan keberadaan target serta mempelajari kondisi wilayah yang akan menjadi lokasi penindakan,” kata kapolda dengan nada yang tidak beraturan dan mata sedikit merah, Selasa (7/7/2026).
Iwan menjelaskan, anggota sudah mengantongi informasi mengenai aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut. Berbekal hasil penyelidikan, petugas mengetahui karakteristik lingkungan, akses keluar masuk, hingga identitas target operasi sehingga pelaksanaan penindakan telah dipersiapkan secara matang.
Namun situasi berubah drastis ketika petugas melakukan tindakan di lapangan. Keluarga target operasi diduga memberikan perlawanan sengit dengan meneriakkan kata “perampok” untuk memancing warga sekitar berdatangan. “Dalam waktu singkat, massa berkumpul dan mengepung personel,” lanjutnya.
Tidak hanya melakukan intimidasi, kelompok tersebut juga diduga menyerang petugas menggunakan senjata tajam dan senjata api laras panjang. Kondisi yang semakin tidak terkendali membuat personel berada dalam posisi terdesak dan menghadapi ancaman serius terhadap keselamatan mereka.
Melihat situasi yang semakin membahayakan, anggota memutuskan mundur untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Jalur darat yang sudah dikuasai kelompok pelaku membuat sejumlah personel memilih menyelamatkan diri dengan melompat ke Sungai Katingan.
Kapolda menjelaskan, para anggota Polri sebenarnya sempat berhasil mencapai tepian Sungai Katingan dan berkumpul. Tapi kelompok penyerang terus melakukan pengejaran secara agresif sehingga para personel terpaksa masuk ke sungai demi menghindari serangan lanjutan.
Dalam kekacauan tersebut, polisi juga menerima informasi adanya beberapa anggota yang tertinggal dan diduga sempat dikuasai kelompok pelaku. Dugaan inilah yang kini menjadi salah satu fokus penyidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Kapolda menegaskan, informasi mengenai adanya anggota yang sempat ditawan masih terus didalami penyidik gabungan. Seluruh bukti dan keterangan saksi dikumpulkan guna memastikan kronologi secara lengkap serta mengungkap peran setiap pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
Meski harus kehilangan tiga personel terbaiknya, kapolda memastikan tragedi di Tumbang Kalemei tidak akan mengurangi komitmen Polda Kalimantan Tengah dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Ia menegaskan seluruh jajaran kepolisian tetap akan bertindak tegas terhadap para pelaku kejahatan narkoba demi menjaga keamanan masyarakat. (ter/ens)












