DPRD Palangka Raya

Jaringan Narkoba Harus Dibongkar Semuanya

47
×

Jaringan Narkoba Harus Dibongkar Semuanya

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery.

PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Khemal Nasery menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat melakukan penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) lalu.

Tiga personel yang gugur tersebut adalah Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, Ipda (Anumerta) Sumariyanto, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Khemal mengatakan pihaknya memberikan penghormatan dan apresiasi kepada jajaran Polri yang terus berjuang memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Untuk itu, jaringan narkoba harus dibongkar semuanya.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Kami menyampaikan duka sedalam-dalamnya dan mengapresiasi penuh langkah Polri dalam memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Selain berbelasungkawa kepada Satresnarkoba Polres Katingan, Politisi Golkar tersebut juga menerangkan bahwa peredaran narkoba di Kota Palangka Raya kini semakin meluas dan tidak lagi terfokus pada satu kawasan tertentu. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Kalau melihat perkembangan sekarang, penyebaran narkoba itu sudah sangat mengkhawatirkan. Dulu mungkin hanya dikenal di Kawasan Puntun, sekarang sudah ada di mana-mana,” katanya.

Ketua Bapemperda Kota Palangka Raya itu juga mengungkapkan bahwa persoalan narkoba kerap menjadi keluhan masyarakat saat dirinya melakukan kegiatan reses di berbagai wilayah.

“Di beberapa kesempatan saat kami kegiatan reses, kasus narkoba ini selalu menjadi perhatian masyarakat. Banyak pertanyaan kami ajukan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa tentang bagaimana pemantauannya. Ini memang perlu penanganan khusus yang betul-betul serius,” ucapnya.

Ia meminta aparat kepolisian tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan saja. Menurutnya, proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) harus dimanfaatkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

“Kalau ditangkap, jangan sampai hanya orangnya saja. Kami percaya kepada aparat kepolisian, namun kami meminta pada saat BAP agar bisa mengungkap jaringan tersebut, misalnya dengan menelusuri beli di mana dan dari siapa barang itu diperoleh,” tegasnya.

Ketua PHBI itu mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, ketua RT/RW hingga warga, untuk aktif memantau lingkungan masing-masing dan segera melaporkan jika menemukan dugaan transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

“Saya tidak setuju jika pengedar narkoba dikatakan karena kesulitan ekonomi. Menurut saya itu salah langkah dan salah pergaulan. Narkoba tidak membawa kebahagiaan, tetapi justru menjerumuskan ke kuburan atau penjara,” katanya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *