PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu disampaikan Fairid saat meresmikan Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Buddhis Sikkhapana Mahametta di Jalan Wortel, Palangka Raya, belum lama ini.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, dan Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Sri Shubapanno Mahathera.
Fairid mengatakan, kehadiran Pusdiklat tersebut tidak hanya menjadi tempat pendidikan dan pelatihan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol penguatan persatuan dalam keberagaman.
“Palangka Raya merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang majemuk. Keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, yayasan, para donatur, dan masyarakat dalam membangun gedung tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan umat dan bangsa.
“Kehadiran pusat pendidikan dan pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kebijaksanaan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Fairid berharap Gedung Pusdiklat Buddhis Sikkhapana Mahametta dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran Dhamma yang melahirkan generasi Buddha yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan memiliki kepedulian sosial tinggi, sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Palangka Raya. (ifa)












