PeristiwaUtama

Diduga Korsleting, Rumah Anggota Polisi Ludes

720
×

Diduga Korsleting, Rumah Anggota Polisi Ludes

Sebarkan artikel ini
HANGUS : Rumah milik anggota Polri di Jalan Manyar VIII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, usai dilalap si jago merah, Senin (6/7/2026). RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Siang yang semula tenang di permukiman padat penduduk Jalan Manyar VIII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, mendadak berubah mencekam, Senin (6/7/2026). Diduga karena korsleting listrik, kobaran api dari plafon rumah dengan cepat melahap bangunan milik Syamsul Huda (47). Dalam hitungan menit, rumah milik anggota Polri tersebut ludes terbakar.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.55 WIB itu memicu kepanikan warga. Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari kejauhan. Warga berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri sekaligus membantu mengamankan barang-barang dari rumah sekitar lokasi agar tidak ikut terbakar.

Saat kejadian, pemilik rumah sedang bekerja. Di rumah hanya anak bungsu yang baru lulus Madrasah Ibtidaiyah. Bocah tersebut berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara benda jatuh dari loteng dan melihat api membesar di bagian atas rumah.

Kejadian tersebut beredar cepat melalui media sosial dan grup percakapan sekitar pukul 14.02 WIB. Tak berselang lama, armada pemadam bersama relawan bergerak menuju lokasi melakukan penanganan agar api tidak menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.

Informasi dihimpun, api pertama kali terlihat di bagian loteng dekat jalur kabel listrik. Dalam waktu singkat, kobaran membesar karena di lokasi tersebut terdapat tumpukan pakaian kering dan material lain yang mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.

Saksi mata sekaligus guru mengaji anak pemilik rumah, Ahmad Muhajir (37), mengaku sempat didatangi korban yang meminta bantuan mengambil telepon genggam dalam rumah. Namun permintaan itu tidak dipenuhi lantaran kobaran api sangat berbahaya.

“Awalnya api masih kecil di bagian atas, tetapi hanya beberapa menit langsung membesar. Saya meminta anak itu menjauh dari rumah dan menggunakan telepon saya untuk menghubungi orang tuanya,” ujar Muhajir.

Pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku memadamkan api selama hampir satu jam. Meski kobaran cukup besar hingga menyebabkan plafon rumah ambruk, upaya cepat petugas berhasil melokalisasi api sehingga tidak merembet ke rumah warga di sekitarnya. Mengingat lokasi merupakan permukiman padat.

Salah satu relawan menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di bagian loteng. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Tim Inafis Kepolisian.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut. Seluruh isi rumah nyaris tidak berhasil diselamatkan. Sehingga kerugian material diperkirakan ratusan juta rupiah. Sejumlah bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan ringan akibat paparan panas dan jilatan api. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *