PALANGKA RAYA – Pencarian selama dua hari terhadap Bripda Nopandri Ramadhana akhirnya membuahkan hasil. Anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penindakan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan, kawasan Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Kota Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi. Sekitar pukul 20.08 WIB, ambulans yang membawa jenazah tiba di RS Bhayangkara Palangka Raya. Sejumlah anggota keluarga telah menunggu di depan rumah sakit untuk menyambut kedatangan almarhum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad Bripda Nopandri pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.55 WIB di daerah aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang. Saat itu, dua personel yang berada di lokasi langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi dari warga tentang adanya sesosok tubuh mengapung di sungai.
Ketika didekati, korban ditemukan sudah dalam kondisi kaku dan terapung dalam posisi tersangkut di ranting kayu di tepi sungai. Setelah memastikan identitas korban, kedua personel tersebut segera menghubungi anggota tim gabungan yang berada di posko pencarian agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan jalur sungai sebelum dibawa menuju rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian terhadap Bripda Nopandri yang dilakukan secara intensif sejak insiden penyerangan saat operasi penindakan narkoba pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Sedangkan pencarian terhadap tersangka maupun Aiptu Sumariyanto masih dalam proses.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Bripda Nopandri dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pengorbanan almarhum menjadi kehilangan besar bagi keluarga maupun institusi Polri.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, TNI, BPBD, serta relawan masih terus menyisir aliran Sungai Katingan dan kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian untuk mencari satu personel lainnya, Aiptu Sumariyanto, yang hingga kini masih belum ditemukan.
AKBP Dodik menegaskan seluruh personel akan terus berupaya maksimal hingga semua anggota berhasil ditemukan. Ia juga mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban atau menemukan petunjuk di sekitar lokasi pencarian agar segera melaporkannya kepada petugas demi mempercepat proses pencarian.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan,” tutur Dodik.












