PeristiwaUtama

Abrasi Sungai Kahayan, Dua Bangunan Rusak

671
×

Abrasi Sungai Kahayan, Dua Bangunan Rusak

Sebarkan artikel ini
ABRASI: BPBD Kota Palangka Raya terus memantau bantaran Sungai Kahayan di Gang Sepakat, Jalan Achmad Yani yang mengalami abrasi, Rabu (1/7/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Ancaman abrasi kembali menghantui permukiman di bantaran Sungai Kahayan. Kali ini, pengikisan tanah terjadi di Ganga Sepakat, Jalan Achmad Yani,  Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Dua bangunan warga terdampak setelah sebagian tanah penyangga amblas ke sungai.

Peristiwa itu berlangsung saat sebagian warga masih beristirahat. Suara gemuruh dari bantaran sungai membuat penghuni rumah berhamburan keluar untuk memastikan sumber suara. Tidak lama kemudian, mereka mendapati bagian belakang bangunan telah runtuh mengikuti longsoran tanah.

Salah seorang warga, Risa Astrinopa (39), mengaku terbangun setelah mendengar bunyi keras dari sungai. Awalnya ia mengira hanya longsoran tanah biasa, namun setelah dilihat, bantaran sudah berubah dan sebagian bangunan miliknya ikut terdampak.

Menurut dia, bagian bangunan yang paling dekat tepi sungai mengalami kerusakan paling parah akibat abrasi tersebut. Kamar gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai barang ikut terdampak sehingga keluarga terpaksa memindahkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan ke tempat yang aman.

Kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 juta. Sejumlah material bangunan seperti kayu ulin, papan, hingga perlengkapan rumah tangga dilaporkan hilang terbawaair sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya langsung mengecek di lokasi. Hasil asesmen sementara, terdapat dua bangunan yang mengalami kerusakan akibat abrasi yang kembali menggerus tepian Sungai Kahayan.

Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet menjelaskan lokasi tersebut memang masuk kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi. Abrasi serupa telah berulang kali terjadi sehingga kondisi tanah di sepanjang bantaran terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun.

“Ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya. Dua tahun lalu abrasi juga terjadi di lokasi yang sama dan tahun ini kembali terjadi penyusutan tanah akibat abrasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengukuran sementara, longsoran kali ini menggerus daratan hingga sekitar delapan meter dari bibir sungai dengan panjang area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan bagi rumah-rumah yang berada sangat dekat dengan tepi sungai.

BPBD menyebut pemerintah sebelumnya telah beberapa kali memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi abrasi di kawasan tersebut, termasuk rencana relokasi bagi warga yang bermukim di bantaran Sungai Kahayan. Namun proses itu masih menunggu kesiapan lahan dan tahapan penanganan dari pemerintah.

Sementara itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika muncul retakan tanah, getaran, maupun perubahan kondisi bantaran sungai. BPBD juga akan menyampaikan hasil kajian kepada pemerintah daerah sebagai bahan penentuan langkah penanganan agar abrasi tidak terus mengancam permukiman warga. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *