Yang Menerima Anggota Kehormatan KAHMI
PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dikukuhkan sebagai anggota Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalteng. Fairid orang kedua setelah Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendapat gelar kehormatan sebagai anggota KAHMI.
Fairid Naparin dikukuhkan langsung sebagai anggota KAHMI oleh Presidium Majelis Nasionnal KAHMI Prof DR Ir H Abdullah Puteh di aula rumah jabatan Wali Kota Palangka Raya, Rabu (1/7/2026). Hadir dalam acara tersebut Sekjen MN KAHMI Samsul Qomar beserta sejumlah pengurus lainya, Ketua MW KAHMI Kalteng Ir H Abdul Razak dan undangan lainya.
Pengukuhan dan penyematan Pin KAHMI diawali pembacaan Surat Keputusan MN KAHMI tentang pengangkatan anggota kehormatan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Palangka Raya. Pengangkatan Fairid sebagai anggota kehormatan KAHMI atas dedikasinya dan perjuangannya sejalan dengan misi KAHMI.
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Prof Dr Ir H Abdullah Puteh, MSi menegaskan bahwa pengukuhan anggota kehormatan bukanlah sekadar seremoni organisasi. Menurutnya, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi nyata kepada masyarakat sekaligus sejalan dengan nilai-nilai perjuangan KAHMI.
“Ini lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah bentuk penghargaan kepada tokoh bangsa yang memberikan dedikasi tertentu dan nyata bagi masyarakat serta sejalan dengan nilai-nilai perjuangan KAHMI,” ujarnya.
Puteh menjelaskan, cita-cita KAHMI tidak terlepas dari tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakni melahirkan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Karena itu, penerima anggota kehormatan diharapkan mampu menjadi teladan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menitipkan harapan agar Fairid mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam memimpin Kota Palangka Raya. Mantan Gubernur Aceh itu juga berharap agar Fairid Napirin menjadi wali kota yang berbeda dengan wali kota yang lain di Indonesia.
“Kami meminta wali kota dapat menciptakan sesuatu yang berbeda. Modalnya sudah ada karena didukung oleh berbagai elemen masyarakat. Tinggal bagaimana semua potensi itu diwujudkan menjadi kemajuan daerah,” katanya.
Puteh mengungkapkan, penetapan Fairid sebagai Anggota Kehormatan KAHMI dilakukan melalui proses yang panjang. Organisasi melakukan penelusuran rekam jejak, riset, hingga pembahasan dalam rapat yang berlangsung lebih dari satu kali sebelum keputusan diambil.
“Berdasarkan hasil penilaian dan riset organisasi, Fairid dinilai telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bergerak sejalan dengan poros perjuangan KAHMI,” jelasnya.
Ia kemudian mengungkap fakta yang menjadi perhatian seluruh tamu undangan. “Orang pertama yang memperoleh gelar kehormatan ini adalah Presiden ke-6 Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga hari ini, status anggota kehormatan itu baru kembali disematkan kepada seorang kepala daerah dari Kalimantan Tengah, yaitu Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin,” ungkap Puteh yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Kalimantan Tengah Ir Abdul Razak menyampaikan apresiasi kepada Majelis Daerah KAHMI Kota Palangka Raya yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palangka Raya atas sinergi yang selama ini terjalin bersama keluarga besar KAHMI.
Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengaku tidak pernah menyangka akan menerima penghargaan tersebut. Bahkan dirinya baru mengetahui penyebutan sebagai penerima kedua setelah SBY ketika disampaikan langsung oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI. “Terus terang saya juga tidak menyangka mendapat penghargaan seperti ini. Yang pertama tentu saya mengucapkan terima kasih,” ucap Fairid.
Fairid menerangkan, hubungannya dengan keluarga besar KAHMI bukanlah sesuatu yang asing. Saat memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Tengah, banyak pengurus berasal dari organisasi Cipayung sehingga komunikasi dan kolaborasi telah terjalin cukup lama. Dimana HMI sendiri merupakan pilar utama dalam kelompok Cipayung dan cikal bakal KNPI.
Mengenai alasan dirinya dipilih sebagai Anggota Kehormatan KAHMI, Fairid memilih tidak memberikan penilaian. Menurutnya, seluruh proses telah dilakukan secara objektif oleh Majelis Nasional KAHMI. “Kalau mengenai kriterianya saya tidak bisa menjelaskan secara rinci. Yang jelas, tadi disampaikan proses penilaiannya dilakukan sangat serius, bahkan rapat penentuannya sampai dua kali. Berarti mereka benar-benar mempelajari rekam jejak saya sebelum memutuskan. Mengenai dasar penilaiannya tentu lebih tepat dijelaskan oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI,” tuturnya. (afa/to)












