Untuk Korban Penyalahgunaan Narkoba
PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Dede Ardiansyah menekankan pentingnya program pemberdayaan keterampilan bagi korban penyalahgunaan narkoba agar mampu mandiri dan tidak kembali terjerumus setelah menjalani rehabilitasi.
Menurut Dede, keberadaan Wahana Anti Narkoba (WAN) Center yang baru diresmikan Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi langkah strategis dalam mendukung proses pemulihan para korban.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari kesembuhan fisik, tetapi juga kemampuan para klien untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif.
“Pelatihan keterampilan kerja menjadi bekal penting agar para klien memiliki kemampuan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat dan terhindar dari risiko penyalahgunaan narkoba kembali,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, pemberdayaan vokasional akan membantu para mantan penyalahguna memperoleh kemandirian ekonomi sekaligus membangun masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, peluang untuk kembali terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dapat diminimalkan.
Selain pemberdayaan keterampilan, Dede juga menilai rehabilitasi medis dan pembinaan sosial serta spiritual harus berjalan seiring sebagai tiga pilar utama pelayanan di WAN Center.
Rehabilitasi medis diperlukan untuk memulihkan kondisi fisik klien, sedangkan pembinaan sosial dan spiritual bertujuan memperkuat kesehatan mental, rasa percaya diri, serta nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menjalani kehidupan baru.
Dede berharap seluruh tenaga medis, psikolog, konselor, dan pengurus WAN Center menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
Menurutnya, korban penyalahgunaan narkoba perlu dirangkul dan diberi kesempatan untuk bangkit, bukan dikucilkan. “Kami mendukung sepenuhnya keberadaan WAN Center sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya. (ifa)












