Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 300 Juta
PALANGKA RAYA – Peternakan ayam modern di Jalan Tjilik Riwut Km 19, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya ludes terbakar, Sabtu (27/6/2026) dini hari. Akibat kebakaran yang meluluhlantakkan kandang berteknologi otomatis itu menyebabkan pemiliknya mengalami kerugian Rp 300 juta lebih.
Dalam musibah itu, 4.700 ekor bibit ayam (DOC) berusia dua hari mati terpanggang sehingga seluruh investasi yang baru masuk kandang tersebut lenyap dalam hitungan jam.
Kebakaran itu terjadi tak lama setelah ribuan bibit ayam selesai dipindahkan ke dalam kandang. Proses penempatan DOC rampung sekitar pukul 03.00 WIB. Penjaga kandang, Kamarudin (45), kembali ke rumah di sekitar lokasi untuk beristirahat sebelum akhirnya mendengar suara keras menyerupai kayu patah sekitar pukul 03.30 WIB.
Saat keluar memeriksa, kobaran api telah membesar dan sebagian atap kandang sudah ambruk. Kamarudin sempat berusaha melakukan pemadaman mandiri, namun api dengan cepat membesar karena bangunan didominasi material yang mudah terbakar. Ia kemudian menghubungi pemilik kandang sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Tim gabungan dari Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, BPK Swakarasa, serta armada dari Kecamatan Bukit Batu bergerak menuju lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB setelah proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya Alfrianto mengatakan, pihaknya mengerahkan dua armada untuk membantu penanganan kebakaran. “Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang memicu kobaran api di dalam kandang,” ucapnya.
Sementara itu, personel Polsek Bukit Batu bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan lokasi, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa abu arang, kabel tembaga bekas terbakar, dan komponen alat pemanas untuk kepentingan penyelidikan.
Hasil pemeriksaan awal belum menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan maupun sabotase. Dugaan sementara mengarah pada gangguan instalasi kelistrikan atau panas berlebih pada alat pemanas (heater) yang saat itu digunakan untuk menjaga suhu kandang karena ribuan anak ayam baru saja tiba.
Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan menyebut, kebakaran itu menghanguskan kandang seluas sekitar 900 meter persegi beserta seluruh fasilitas operasional, termasuk sistem pemberian pakan dan minum otomatis. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dari Unit Inafis. (ter/ens)












