DPRD Kalimantan Tengah

Lohing Sarankan Warga Desa di Barsel Beralih ke PLTS

89
×

Lohing Sarankan Warga Desa di Barsel Beralih ke PLTS

Sebarkan artikel ini
‎DUDUK : Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon (kiri) duduk bersama dengan Anggota DPRD Kalteng, Asdy Narang (kanan). BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Lohing Simon mendorong optimalisasi penggunaan energi alternatif, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Pernyataan tersebut disampaikan Lohing menanggapi keluhan masyarakat di sejumlah desa di wilayah Barito Selatan yang sebelumnya memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) skala desa menghadapi tantangan operasional akibat tingginya biaya bahan bakar solar industri. 

‎Menurut Lohing, persoalan harga bahan bakar merupakan kebijakan nasional yang harus disikapi dengan langkah-langkah adaptif di daerah. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber energi alternatif menjadi salah satu solusi yang perlu terus didorong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

‎”Kalau terkait harga BBM, itu tentu menjadi kebijakan pemerintah pusat. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana masyarakat tetap bisa mendapatkan akses listrik yang memadai. Karena itu, pemanfaatan energi alternatif seperti PLTS menjadi salah satu pilihan yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya, Selasa (23/6). 

‎Lohing menjelaskan, secara umum rasio elektrifikasi di Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Bahkan, sebagian besar wilayah sudah terlayani listrik baik melalui jaringan PLN maupun sistem pembangkit yang tersebar di berbagai daerah.

‎

‎Ia menilai kapasitas daya listrik yang tersedia saat ini sebenarnya cukup memadai. Namun, tantangan utama masih terletak pada pembangunan jaringan distribusi menuju desa-desa yang lokasinya jauh dan sulit dijangkau.”Kalau tidak salah kemampuan daya listrik yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup, bahkan melebihi kebutuhan. Yang menjadi kendala adalah jaringan distribusinya sehingga belum bisa menjangkau seluruh desa, terutama daerah yang aksesnya sulit,” jelas Lohing. 

‎Untuk wilayah yang belum memungkinkan dijangkau jaringan listrik konvensional, pemerintah dan PLN telah mengembangkan berbagai alternatif, termasuk penggunaan PLTS sebagai solusi penyediaan listrik bagi masyarakat.

‎

‎Menurut Lohing, langkah tersebut perlu mendapat dukungan semua pihak karena sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di pedesaan. “Kita berharap program-program elektrifikasi yang sedang berjalan dapat terus ditingkatkan sehingga seluruh masyarakat Kalteng dapat menikmati layanan listrik yang andal dan berkelanjutan,” katanya.

‎

‎Lohing juga mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dan PLN dalam memperluas akses listrik hingga ke pelosok daerah. Ia berharap target pemerataan layanan listrik di Kalteng dapat terus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat.

‎”Yang paling penting adalah kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kita mendukung setiap langkah yang bertujuan memperluas akses listrik, baik melalui jaringan PLN maupun melalui pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya,” pungkasnya.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *