Palangka RayaUtama

Dinkes Palangka Raya: Sampel Makanan yang Dipersoalkan Zheze Galuh Sudah Tidak Ada

148
×

Dinkes Palangka Raya: Sampel Makanan yang Dipersoalkan Zheze Galuh Sudah Tidak Ada

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA : Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan diwawancarai awak media, Selasa (23/6/26). FOTO : IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berupaya melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang menjadi sorotan dalam perselisihan antara kreator konten Zheze Galuh dan Ci Mehong. Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena sampel makanan yang diduga bermasalah sudah tidak tersedia saat petugas turun ke lokasi.

Perselisihan keduanya mencuat setelah Zheze Galuh mengunggah video ulasan yang menyebut Bika Ambon milik Ci Mehong dalam kondisi basi. Kue tersebut dibeli Zheze di stan bazar kuliner Ci Mehong di Lippo Plaza Palangka Raya dan kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi untuk meminta sampel makanan yang nantinya akan diuji di laboratorium.

“Karena yang bersangkutan menjual makanan, maka kami melakukan pengawasan sesuai kewenangan kami. Jika ada kejadian atau laporan, kami turun ke lapangan dan mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium,” ujarnya, Selasa (23/6/26).

Riduan menjelaskan, tim Dinas Kesehatan bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Namun, ketika petugas tiba di lokasi pada keesokan harinya, sampel makanan yang menjadi sorotan publik sudah tidak ada sehingga pemeriksaan laboratorium belum bisa dilakukan.

“Kemarin tim kami mendapat laporan dari masyarakat dan langsung datang ke lokasi keesokan harinya. Namun, saat itu sampel makanan yang diduga bermasalah sudah tidak ada lagi,” katanya.

Meski belum dapat melakukan uji laboratorium, Dinas Kesehatan tetap memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar menerapkan standar kesehatan dalam proses produksi makanan.

Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan produksi, menggunakan air yang bebas bakteri, serta memastikan pengolah makanan menggunakan masker, penutup kepala, dan peralatan yang higienis guna mencegah terjadinya kontaminasi.

“Dinas Kesehatan lebih fokus pada pencegahan dan edukasi sebelum terjadi masalah,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *