Feature

Menjaga Kemenangan Dharma dalam Harmoni Kehidupan

118
×

Menjaga Kemenangan Dharma dalam Harmoni Kehidupan

Sebarkan artikel ini
PERCIKAN TIRTA : Pemangku Hindu memercikan Tirta kepada warga memperingati Hari Raya Galungan di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, Rabu (17/6/2026). FOTO MEDIA CENTER UNTUK RADAR KALTENG

Khidmat Hari Galungan di Pura Pitamaha Palangka Raya

Mentari pagi baru saja meninggi ketika halaman Pura Pitamaha di Kota Palangka Raya mulai dipenuhi umat Hindu yang datang dari berbagai penjuru kota. Mereka mengenakan pakaian keagamaan dengan dominasi warna putih, membawa canang sari serta berbagai sarana persembahyangan yang tertata rapi.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

WAJAH-WAJAH penuh ketenangan tampak menyatu dalam suasana sakral yang menyelimuti pura, Rabu (17/6/2026), saat umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan.

Langkah demi langkah umat Hindu memasuki kawasan pura dengan khidmat. Mereka bersiap mengikuti persembahyangan bersama. Aroma dupa yang menguar perlahan berpadu lantunan doa yang dipanjatkan, menghadirkan suasana damai yang menenangkan.

Galungan merupakan salah satu hari suci yang sangat penting bagi umat Hindu. Perayaan ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Tapi juga momentum spiritual memperingati kemenangan Dharma, yakni kebenaran atas Adharma atau ketidakbenaran.

Bagi umat Hindu, kemenangan tersebut bukanlah peperangan yang bersifat fisik, melainkan perjuangan yang berlangsung dalam diri manusia. Bagaimana seseorang mampu mengendalikan hawa nafsu, mengalahkan sifat-sifat buruk, serta terus berusaha menjalankan kehidupan yang berpijak pada nilai-nilai kebenaran dan kebajikan.

Suasana kekhusyukan terlihat jelas selama prosesi persembahyangan berlangsung. Umat duduk bersila dengan tangan terkatup depan dada, memanjatkan doa dengan penuh penghayatan. Ada rasa syukur yang mendalam, harapan akan kehidupan yang lebih baik, serta doa untuk kedamaian bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Kepala Bidang Humas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah I Made Adnyana mengatakan, Hari Raya Galungan mengandung makna yang sangat penting dan menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Dharma dalam setiap aspek kehidupan.

“Galungan mengandung pesan agar umat Hindu senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berada di jalan kebenaran, mengendalikan diri, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurut I Made Adnyana, esensi Hari Raya Galungan tidak berhenti pada ritual persembahyangan semata. Lebih dari itu, Galungan menjadi waktu yang tepat merefleksi diri. Setiap umat diajak meninjau kembali perjalanan hidupnya, mengevaluasi berbagai tindakan yang telah dilakukan, sekaligus memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia menjelaskan, kemenangan Dharma atas Adharma harus diwujudkan dalam perilaku nyata. Seperti kejujuran, kepedulian terhadap sesama, pengendalian diri, serta kesungguhan dalam menjalankan kewajiban sebagai umat beragama dan anggota masyarakat.

“Melalui Galungan, umat Hindu diajak untuk terus memperbaiki diri. Kita belajar untuk lebih sabar, lebih bijaksana dalam bersikap, dan selalu berusaha menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Di tengah derasnya perubahan zaman dan berbagai tantangan kehidupan modern, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Galungan justru semakin relevan. Ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, Galungan mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan kehidupan sosial.

Tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, Galungan juga menjadi momentum mempererat hubungan antarsesama. Hal itu tampak jelas dari kebersamaan yang terjalin selama perayaan berlangsung. Umat saling menyapa, berbagi kebahagiaan, dan mempererat rasa persaudaraan tanpa memandang latar belakang.

Di Kalimantan Tengah yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai toleransi dan saling menghormati yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat terus dipelihara agar kehidupan yang harmonis tetap terjaga.

I Made Adnyana menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Galungan sangat relevan untuk memperkokoh persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Melalui perayaan ini, kami berharap umat Hindu dapat terus menebarkan semangat kebaikan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis,” pungkasnya.

Menjelang akhir persembahyangan, suasana di Pura Pitamaha tetap terasa hangat dan penuh kedamaian. Senyum para umat yang saling bersalaman menjadi gambaran bahwa Hari Raya Galungan bukan hanya tentang perayaan kemenangan Dharma atas Adharma, tapi juga tentang bagaimana nilai-nilai kebenaran itu terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Pura Pitamaha di Kota Palangka Raya, pesan Galungan kembali bergema. Kemenangan terbesar sejatinya adalah kemenangan atas diri sendiri, menjaga hati tetap berada di jalan Dharma, serta terus menebarkan kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian bagi sesama. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *