Utama

Kasus Siswa Viral, Disdik Usulkan Pemasangan CCTV di Sekolah

837
×

Kasus Siswa Viral, Disdik Usulkan Pemasangan CCTV di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kasus Siswa Viral, Disdik Usulkan Pemasangan CCTV di Sekolah.

PALANGKA RAYA – Sebuah video yang menampilkan dua pelajar SMA diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam ruang kelas menjadi viral di media sosial dan menyita perhatian publik.

Insiden yang dikabarkan terjadi di salah satu SMA di Sampit tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, terutama karena melibatkan peserta didik dan berlangsung di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter serta proses belajar mengajar.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya telah diketahui dan ditangani oleh pihak sekolah sejak awal Juni 2026, jauh sebelum video itu ramai beredar di media sosial.

Reza mengatakan, setelah mengetahui video tersebut menjadi perbincangan publik, dirinya segera berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk memastikan langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.

“Menanggapi video yang tersebar, saya sudah menghubungi kepala sekolah. Ternyata video tersebut ditemukan dan sudah ditangani sejak awal Juni 2026,” ujar Reza, Sabtu (20/6/26).

Menurutnya, sekolah telah mengambil langkah penyelesaian secara edukatif dengan memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing. Selain itu, pembinaan dan pemberian sanksi sesuai aturan juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan tanggung jawab peserta didik.

“Kedua belah pihak beserta orang tuanya sudah dipanggil dan telah diberikan tindakan serta sanksi yang sesuai. Kami juga menambahkan kewajiban bagi yang bersangkutan untuk wajib lapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar mendapatkan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut,” jelasnya.

Reza menegaskan, peristiwa tersebut menjadi evaluasi penting bagi dunia pendidikan di Kalteng. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, etika, dan kepribadian peserta didik.

Ia menyebut, hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur, H. Agustiar Sabran, yang menginginkan generasi muda Kalteng tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat.

“Bapak Gubernur menginginkan anak-anak bukan hanya memiliki wawasan yang luas dan prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu hal-hal seperti ini tentu tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah maupun di kalangan siswa-siswi kita,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Dinas Pendidikan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut direkam saat waktu istirahat sekolah. Meskipun tidak terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung, kejadian itu tetap berada dalam lingkungan sekolah sehingga menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk dilakukan evaluasi.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Walaupun terjadi saat jam istirahat dan bukan saat pembelajaran berlangsung, tetap saja kejadiannya berada dalam lingkungan sekolah dan menjadi perhatian kami untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya berencana mengusulkan penguatan sistem pengawasan di sekolah, salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di ruang kelas maupun area sekolah lainnya.

Menurut Reza, keberadaan CCTV diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan tertib, sekaligus meminimalisasi potensi terjadinya tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan.

“Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV, sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib di lingkungan sekolah. Dengan adanya pemantauan tersebut, setidaknya hal-hal seperti ini dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi hanyalah salah satu alat pendukung. Pembinaan karakter, etika, sopan santun, serta penguatan pola pikir peserta didik tetap menjadi prioritas utama yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Dari sisi karakter dan mindset, itu yang akan terus kami tingkatkan dan benahi. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk peserta didik yang beradab, beretika, dan menjunjung sopan santun dapat benar-benar terwujud,” tuturnya.

Reza mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pembangunan pendidikan agar tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sesuai nilai-nilai Huma Betang dan Belom Bahadat yang menjadi identitas masyarakat Kalteng.

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *