PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, turun langsung meninjau kondisi Jalan Lele setelah keluhan warga mengenai kerusakan jalan tersebut viral di media sosial melalui unggahan Reels akun Instagram @nadiaaaa.er.
Dalam video yang beredar luas, seorang warga meminta perhatian pemerintah kota terhadap kondisi Jalan Lele yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Warga juga menyampaikan bahwa seorang rekannya meninggal dunia akibat kecelakaan yang diduga terjadi di ruas jalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Fairid Naparin mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi jalan sekaligus mengunjungi rumah duka guna menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Saya selain mengecek lapangan, juga langsung berkunjung ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa. Mudah-mudahan keluarga diberikan ketabahan dan almarhumah husnul khatimah,” ujar Fairid, Senin (15/6/26).
Dalam kunjungannya, Fairid juga berdialog dengan keluarga korban untuk mendengarkan kronologi kejadian. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan kedatangannya lebih kepada memberikan perhatian dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Terkait tindak lanjut kondisi Jalan Lele, Fairid menjelaskan bahwa pemerintah kota akan segera melakukan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Ia menilai perlu adanya sistem pengaduan yang lebih cepat dan mudah diakses masyarakat, khususnya untuk persoalan yang bersifat darurat.
“Yang paling penting nanti dalam waktu dekat, instansi terkait harus menyediakan kanal atau wadah yang lebih mudah bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi yang sifatnya urgensi, seperti jalan berlubang, lampu penerangan yang mati, atau hal lain yang berpotensi membahayakan,” katanya.
Menurut Fairid, Jalan Lele sebelumnya pernah diperbaiki atas permintaan warga. Namun, seiring meningkatnya aktivitas dan lalu lintas kendaraan, kerusakan kembali terjadi pada beberapa titik.
Usai peninjauan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan menggelar rapat koordinasi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem respons terhadap laporan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai kondisi darurat di lapangan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Fairid menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap laporan yang bersifat mendesak dapat segera ditindaklanjuti. Meski saat ini layanan pengaduan darurat melalui nomor 112 sudah tersedia, pihaknya akan mencari mekanisme yang lebih efektif agar masyarakat semakin mudah menyampaikan laporan.
“Kami ingin sistemnya lebih cepat, terutama untuk hal-hal yang sifatnya darurat. Harapannya, kejadian seperti ini bisa diminimalkan dan tidak terulang lagi di masa mendatang,” tutupnya. (ifa/)












