PeristiwaUtama

Lima Hari Pencarian Berakhir Duka, Bocah Tenggelam Ditemukan 3,4 Km dari Lokasi Hilang

471
×

Lima Hari Pencarian Berakhir Duka, Bocah Tenggelam Ditemukan 3,4 Km dari Lokasi Hilang

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Jio Norahito (11) yang ditemukan di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kamis (11/6/2026). Korban ditemukan sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang setelah lima hari pencarian. BASARNAS UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Operasi pencarian Jio Norahito akhirnya berakhir. Namun, kabar yang ditunggu keluarga dan warga Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas itu justru membawa duka. Bocah berusia 11 tahun yang hilang saat berenang di Sungai Kapuas sejak Minggu (7/6/2026) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian, Kamis (11/6/2026).

Jenazah korban ditemukan setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi dari warga sekitar pukul 09.32 WIB. Warga melaporkan melihat sesosok tubuh mengapung di dekat sebuah lanting atau rumah terapung yang berada sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim yang sejak pagi menyisir aliran Sungai Kapuas. Petugas bergerak menuju titik yang dilaporkan warga untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, tubuh yang ditemukan dipastikan merupakan Jio Norahito yang selama lima hari menjadi fokus pencarian.

Koordinator Lapangan Basarnas, Malik, menjelaskan begitu identitas korban dipastikan, proses evakuasi segera dilakukan. Tim kemudian membawa jenazah menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang sejak awal terus menunggu kabar pencarian.

“Setelah memastikan kebenaran korban, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka serta diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban diketahui sedang berenang bersama beberapa temannya di Sungai Kapuas. Sebelum dinyatakan hilang, korban sempat terlihat duduk di tepi sungai. Namun beberapa saat kemudian keberadaannya sudah tidak diketahui lagi.

Warga setempat sebenarnya langsung berupaya melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah korban hilang. Namun karena hasilnya nihil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan Kantor SAR Palangka Raya. Sejak saat itu operasi pencarian melibatkan berbagai unsur dengan penyisiran sungai dan pemantauan di sepanjang aliran.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, mengapresiasi kerja keras seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam operasi tersebut. “Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ucapnya.

Operasi gabungan itu melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Kapuas Hulu, Koramil Kapuas Hulu, TKSK Kapuas Hulu, Pemerintah Desa Sei Hanyu, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *