Kapuas

“Jangan Sampai Ibu dan Bayi Meninggal Karena Lambat Penganan”

135
×

“Jangan Sampai Ibu dan Bayi Meninggal Karena Lambat Penganan”

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN : Kadinkes Kapuas saat memberikan arahan dalam pelatihan kegawatdaruratan. IST

Ketika Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas Dilatih Kegawatdaruratan

Angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di Indonesia termasuk di Kabupaten Kapuas masih tergolong tinggi. Para perawat yang berhubungan langsung dengan pasien diminta untuk menekan angka kematian tersebut.

Guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi pada tenaga Kesehatan (Nakes) terutama saat menangani pasien melahirkan,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menggelar pelatihan khusus Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (PKMN).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan dokter, perawat, dan bidan dari berbagai fasilitas kesehatan primer ini dilangsungkan di Aula Hotel Fovere Kapuas, Senin (8/6) lalu.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama dalam sesi pembekalan materi.

​Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kesiapsiagaan tenaga kesehatan di tingkat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan klinik mandiri merupakan garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa pasien. Menurutnya, respons yang cepat dan tepat menjadi faktor penentu dalam situasi kritis.

“Jangan sampai ada ibu atau bayi yang meninggal hanya karena penanganan yang terlambat atau salah langkah. Pelatihan ini adalah kunci keselamatan mereka,” tegas Kadiskes di hadapan para peserta.

​Saat memaparkan materi, Kadiskes membagikan berbagai pengalaman klinis serta tips praktis mengenai cara mengidentifikasi tanda bahaya pada kehamilan. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengambil keputusan klinis yang cepat dan akurat, terutama saat menghadapi keterbatasan peralatan di fasilitas kesehatan primer.

Pelatihan ini pun mendapat respons positif dari para peserta yang dinilai sangat interaktif, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung. Sila, salah seorang bidan yang menjadi peserta, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mudah dipahami.

“Materi dikemas dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi dengan contoh-contoh kasus nyata di lapangan, sehingga sangat membantu kami untuk diimplementasikan saat bertugas nanti,” ujarnya.

​Melalui pelatihan PKMN ini, Dinkes Kabupaten Kapuas berharap kompetensi para tenaga kesehatan dapat terus meningkat, sehingga mampu menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Kabupaten Kapuas secara signifikan.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *