Utama

Polisi Periksa Kondisi Pembacok di RS Kalawa Atei

608
×

Polisi Periksa Kondisi Pembacok di RS Kalawa Atei

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto.

PALANGKA RAYA – Pembacokan yang melukai dua orang dan menggemparkan warga Jalan G Obos VI, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, Minggu (7/6/2026), kini memasuki tahap penting dalam proses penyelidikan. Penyidik Polsek Pahandut berencana melakukan observasi kejiwaan terhadap terduga pelaku RB (24) di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei guna memastikan kondisi mental yang bersangkutan saat melakukan perbuatannya.

Langkah tersebut diambil setelah muncul informasi dari pihak keluarga yang menyebut RB pernah menjalani perawatan di RSJ Kalawa Atei pada Februari 2026. Polisi menilai pemeriksaan psikiatri diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi kejiwaan pelaku sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menegaskan, observasi akan dilakukan tenaga medis dan psikiater yang berwenang. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan penyidik dalam mendalami status hukum maupun pertanggungjawaban pidana pelaku.

“Kita akan lakukan observasi atau pemeriksaan ke psikiatri di RS Jiwa Kalawa Atei Palangka Raya untuk memastikan apakah pelaku disabilitas mental atau tidak,” kata Iyudi, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses observasi selesai dilakukan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan membuat suasana permukiman warga mendadak mencekam. RB diduga mengamuk menggunakan senjata tajam jenis mandau dan menyerang dua warga yang masih tinggal di lingkungan yang sama.

Korban pertama adalah HY (42) yang mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam pada tubuh dan kaki. Saat berusaha menolong ibunya, AW (19) turut menjadi sasaran amukan pelaku hingga mengalami luka cukup serius, termasuk di kepala.

Usai melakukan penyerangan, pelaku sempat melarikan diri sehingga warga dan aparat melakukan pengejaran. RB akhirnya berhasil diamankan petugas di depan Hotel Luwansa, Jalan G Obos, sebelum dibawa ke Polsek Pahandut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif penyerangan dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Selain itu, informasi mengenai riwayat gangguan kejiwaan pelaku masih menunggu verifikasi resmi melalui pemeriksaan psikiatri, sehingga penyidik belum dapat menyimpulkan apakah kondisi mental pelaku memiliki kaitan langsung dengan aksi pembacokan yang terjadi. “Terkait hasil observasi nanti kita berikan datanya setelah selesai,” tambah Iyudi.

Ia juga mengatakan, perkembangan kesehatan korban terus dipantau sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter. “Kondisi korban masih dalam perawatan dokter,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan adanya pengaruh narkotika dalam kasus tersebut, Iyudi menyebut penyidik belum mengarah pada pemeriksaan tersebut. Saat ini, pihaknya lebih memprioritaskan observasi psikiatri terhadap pelaku untuk mengetahui kondisi kejiwaannya saat melakukan penyerangan.

“Sejauh ini untuk narkoba belum. Kami fokus pada pemeriksaan psikiatri saja yang berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan,” tegasnya. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *