Kapuas

Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global

71
×

Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global

Sebarkan artikel ini
UPACARA : Bupati Kapuas menjadi Irup dalam kegiatan upcara hari Pancasila.

​KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Kapuas pada Rabu (3/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung Bupati Kapuas, HM Wiyatno sebagai Inspektur Upacara.

Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Usis I Sangkai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI-Polri, kalangan pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kapuas.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan kembali bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga menjadi jawaban konkret atas berbagai tantangan global demi mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam amanatnya, Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah teruji ketangguhannya di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman fragmentasi (perpecahan). Ia menyebut Indonesia sebagai contoh nyata keberhasilan menjaga persatuan di tengah masifnya perbedaan.

“Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Wiyatno.

Lebih lanjut, Wiyatno mengingatkan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring dan fondasi di era modern saat ini. Tantangan masa depan menurutnya tidak lagi sederhana, melainkan melibatkan aspek teknologi hingga politik internasional.

“Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” tambahnya.

​Bupati juga menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional yang besar. Sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia wajib ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Dirinya menyatakan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam ideologi bangsa merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu menjembatani perbedaan sekaligus menghentikan berbagai konflik kemanusiaan yang tengah terjadi di panggung global.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *