Feature

Momen Ramai di Arena CFN, Cukup Membayar Rp 20 Ribu

205
×

Momen Ramai di Arena CFN, Cukup Membayar Rp 20 Ribu

Sebarkan artikel ini

Sparklens Photobooth Hadirkan Tren Foto Kekinian di Palangka Raya

Suasana Car Free Day (CFD) di Palangka Raya terasa berbeda beberapa minggu terakhir. Di tengah ramainya pengunjung yang berolahraga dan berburu jajanan, sebuah photobooth sederhana namun menarik perhatian berdiri di sudut area CFD. Lampu, properti lucu, dan antrean kecil pengunjung menjadi tanda hadirnya usaha baru bernama Sparklens Photobooth.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

DI balik usaha tersebut ada Nurul, perempuan 27 tahun yang tahun ini mulai merintis bisnis photobooth miliknya sendiri. Meski baru berjalan sekitar tiga minggu, antusiasme masyarakat perlahan mulai meningkat.

“Terinspirasinya dari luar, Pulau Jawa. Terutama di Surabaya. Di sana photobooth seperti ini banyak ada di tempat wisata sama CFD,” ujar Nurul, Minggu (10/5/2026).

Berbekal inspirasi itu, ia mencoba menghadirkan konsep serupa di Palangka Raya. Awalnya sparklens photobooth hadir di CFD. Namun kini mulai merambah ke berbagai kegiatan lain seperti Car Free Night (CFN). “Karena kebetulan ada lapak di CFD, jadi buka di CFD dulu,” katanya.

Selain mengelola photobooth, Nurul juga menjalankan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan dunia fotografi dan konten digital. Ia aktif di bidang pembuatan konten dan dokumentasi foto. “Pokoknya yang berhubungan sama foto-foto,” tambahnya.

Untuk menikmati layanan photobooth ini, pengunjung cukup membayar Rp 20 ribu untuk sesi foto tanpa cetak. Sedangkan paket Rp 30 ribu sudah termasuk dua strip hasil cetak foto. Menariknya, tersedia pula mirror selfie gratis yang bisa digunakan pengunjung yang sekadar lewat. “Yang mirror gratis, memang buat pengunjung kalau mau selfie,” jelas Nurul.

Berbagai properti lucu seperti kacamata unik, topi, hingga aksesori lainnya juga disediakan secara gratis untuk dipinjam selama sesi foto berlangsung. Menurutnya, properti menjadi salah satu daya tarik agar hasil foto terlihat lebih seru dan ekspresif.

Meski terlihat sederhana, membangun usaha ini bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar justru soal ketersediaan listrik di lokasi CFD. “Sebelum buka ini yang paling diperhatikan listrik sih. Awalnya panitia belum menyediakan listrik secara resmi, jadi harus cari sendiri ke belakang. Untungnya dekat sini ada listrik,” ujarnya.

Perjalanan sparklens photobooth pun terbilang cukup menarik. Pada minggu pertama pembukaan, hampir tidak ada pengunjung yang mencoba. Banyak orang masih penasaran dan belum memahami konsep photobooth yang ditawarkan. “Minggu pertama nggak ada yang foto. Minggu kedua mulai ada sekitar dua grup. Minggu sekarang lumayan sudah ada tujuh grup,” kata Nurul.

Menurutnya, peningkatan minat terjadi karena masyarakat mulai mengenal konsep photobooth tersebut. “Mungkin awal-awal orang masih bingung, ‘apa sih ini?’ Tapi setelah itu mulai tahu kalau ini tempat foto,” katanya.

Momen paling ramai sejauh ini terjadi saat sparklens photobooth hadir di Car Free Night (CFN). Dengan suasana malam dan bantuan kamera serta flash, booth mereka tampil lebih mencolok dibanding saat berada di CFD pagi hari. “Yang di CFN luar biasa banget. Karena malam jadi lebih terlihat,” ujarnya antusias.

Dalam satu malam, photobooth tersebut bahkan melayani lebih dari 70 grup foto. Uniknya, tarif yang dikenakan tidak dihitung per orang, melainkan per sesi foto. “Satu sesi bebas berapa orang. Mau 10 orang pun tetap Rp 20 ribu. Jadi hitungnya per foto, bukan per orang,” jelas Nurul.

Di tengah berkembangnya tren konten visual dan media sosial, kehadiran sparklens photobooth menjadi warna baru hiburan masyarakat Palangka Raya. Dari sebuah sudut CFD, usaha kecil milik Nurul perlahan menunjukkan bahwa kreativitas sederhana pun bisa tumbuh menjadi peluang bisnis menjanjikan. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *