PeristiwaUtama

‎Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Wilayah Utara Kotim

190
×

‎Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Wilayah Utara Kotim

Sebarkan artikel ini
‎Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Wilayah Utara Kotim.

‎
‎
‎SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan pemantauan intensif terhadap banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kotim akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Mentaya.
‎
‎Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan, berdasarkan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD per 16 Mei 2026, banjir terjadi di sejumlah desa yang berada di wilayah utara hingga bantaran sungai di Kabupaten Kotim.
‎
‎“Wilayah yang terdampak saat ini meliputi Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Mujam Kecamatan Tualan Hulu, Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang, Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan dan Desa Kawan Batu di Kecamatan Mentaya Hulu,” ujar Multazam, Minggu (17/5/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, banjir paling parah terjadi di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang. Hingga 16 Mei 2026, sedikitnya 80 rumah atau 67 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 110 sentimeter di atas permukaan jalan.
‎
‎“Meski sempat surut, debit air kembali naik akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Mentaya. Aktivitas masyarakat saat ini sebagian besar menggunakan moda transportasi air,” katanya.
‎
‎Selain banjir, BPBD juga mencatat adanya longsor di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu akibat meningkatnya debit Sungai Tualan. Longsor tersebut mengancam enam rumah warga dan berpotensi memutus akses jalan desa.
‎
‎“Lokasi longsor masih tergenang sehingga belum dapat dilakukan penilaian secara maksimal. Namun kami terus berkoordinasi dengan OPD teknis terkait untuk penanganan lebih lanjut setelah kondisi memungkinkan,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, di Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang, banjir menggenangi permukaan jalan dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter. Sedikitnya 30 kepala keluarga atau 85 jiwa terdampak dan debit air dilaporkan masih terus meningkat.
‎
‎Di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, banjir juga merendam Desa Tanjung Jariangau dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 100 sentimeter. Sebanyak 42 rumah warga, tiga tempat ibadah dan tiga sekolah terdampak genangan air.
‎
‎Sedangkan di Desa Bawan dan Desa Kawan Batu, genangan air juga mulai menghambat aktivitas masyarakat dan merendam sejumlah fasilitas umum serta akses jalan desa.
‎
‎Multazam menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi. Namun sebagian masyarakat memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
‎
‎“BPBD bersama pihak kecamatan, pemerintah desa dan para relawan terus melakukan pemantauan debit air serta memperbarui data dampak banjir secara berkala,” tuturnya.
‎
‎BPBD juga memprediksi luapan Sungai Mentaya masih akan bergerak dari wilayah hulu ke hilir dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi mencapai Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi.
‎
‎“Kami mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama apabila curah hujan kembali meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *