Kalimantan Tengah

‎Agustiar Temui Massa Aksi, Dialog Buruh dan Pendidikan Menguat

107
×

‎Agustiar Temui Massa Aksi, Dialog Buruh dan Pendidikan Menguat

Sebarkan artikel ini
BERSULANG : Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengajak massa aksi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh bersulang untuk kemajuan dan pembangunan Kalteng di halaman kantor Gubernur Kalteng, Senin(11/5). BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Suasana aksi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) , Senin(11/5), sempat memanas setelah terjadi keributan antara massa aksi dengan pihak tak dikenal.

Namun situasi cepat kembali kondusif ketika Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, turun langsung menemui massa dari belakang kerumunan dan melerai kericuhan di tengah terik matahari yang menyengat.

Kehadiran gubernur disambut antusias mahasiswa yang menyuarakan aspirasi terkait persoalan buruh dan pendidikan dalam momentum Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional.

‎“Wajar kok ya, tadi kita ceritakan juga masalahnya kenapa bisa seperti ini, jadi sesuatu itu pasti ada prosesnya. Tentu aspirasi ini akan kita tindak lanjuti, dan saya juga apresiasi kepada mahasiswa, karena dengan adanya mereka yang memiliki pandangan idealis,” ujar Agustiar saat diwawancarai awak media.

‎Dalam dialog tersebut, gubernur mengajak mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka dan damai. Ia menilai kritik serta masukan dari kalangan mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Bahkan, Agustiar membagikan minuman kepada peserta aksi sebagai bentuk kepedulian di tengah cuaca panas, sekaligus mencairkan suasana agar dialog berlangsung lebih terbuka dan humanis.

‎“Saya senang sebenarnya berdialog dengan mahasiswa untuk membahas pembangunan Kalteng, supaya kebijakan kami ini tidak hanya mendengarkan pandangan dari dinas-dinas saja,” katanya.

‎Menurut Agustiar, pemerintah daerah membutuhkan sudut pandang generasi muda agar arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga mengajak mahasiswa dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga daerah serta membangun Kalteng dengan semangat kolaborasi. Di akhir momen itu, gubernur bahkan mengajak massa aksi bersulang sebagai simbol kebersamaan membangun daerah yang lebih baik. Dialog ditutup dengan penandatanganan tuntutan.

‎Ia berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi bersama tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan. Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, tetap membuka ruang dialog bagi masyarakat maupun mahasiswa demi menciptakan pembangunan yang inklusif, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.(sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *