Utama

Lima Permintaan Gubernur ke Pertamina Mengenai BBM

485
×

Lima Permintaan Gubernur ke Pertamina Mengenai BBM

Sebarkan artikel ini
Lima Permintaan Gubernur ke Pertamina Mengenai BBM. FOTO & VIDEO : IFA

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng),  Agustiar Sabran menyampaikan lima permintaan kepada Pertamina guna mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya. Lima poin tersebut meliputi penambahan kuota BBM, penambahan jam operasional SPBU, penambahan personel pelayanan, pembangunan depo BBM, serta usulan legalisasi pengecer BBM di Kalteng.

Permintaan itu disampaikan Agustiar Sabran saat rapat koordinasi bersama Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani menyusul antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah SPBU Palangka Raya.

“Kami ingin masyarakat itu senyum dan bahagia. Karena beberapa hari terakhir terjadi antrean, kami langsung mengantisipasi agar kondisi tetap aman,” kata Agustiar, Sabtu (9/5/26) malam.

Ia menegaskan, meskipun pengelolaan SPBU bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun keberadaan SPBU berada di wilayah Kalteng sehingga pemerintah daerah merasa perlu ikut memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik.

Menurut Agustiar, salah satu langkah yang diminta adalah penambahan jam operasional SPBU hingga 24 jam di beberapa titik tertentu agar antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat.

“Kami meminta SPBU tertentu bisa beroperasi 24 jam penuh. Kemarin masih sampai pukul satu dini hari, sekarang kami minta terus beroperasi agar masyarakat tidak kesulitan,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga meminta Pertamina menambah personel di SPBU untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah provinsi turut mengusulkan penambahan depo BBM guna memperkuat distribusi energi di wilayah Kalteng yang memiliki cakupan wilayah sangat luas.

Agustiar juga menyoroti tingginya permintaan Pertamax di Palangka Raya. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibanding sejumlah daerah lain yang umumnya didominasi konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite.

“Kalau di daerah lain yang dicari biasanya BBM subsidi, tetapi di Palangka Raya justru banyak masyarakat mencari Pertamax,” katanya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terkait kebutuhan distribusi BBM dan pengembangan SPBU di Kalteng.

“Kami terus mengevaluasi kebutuhan penambahan SPBU dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Isfahani.

Ia menambahkan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman serta mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di wilayah Kalteng. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *