Utama

Alasan Antrian Mengular Akibat Distribusi BBM Dipangkas

418
×

Alasan Antrian Mengular Akibat Distribusi BBM Dipangkas

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya akhirnya terungkap dipicu pemangkasan distribusi BBM harian. Dari kebutuhan normal sebesar 190 kiloliter (KL) per hari, pasokan yang diterima kota tersebut sejak awal Mei hanya berkisar 150 hingga 160 KL per hari.

Kondisi itu menyebabkan antrean mengular di berbagai SPBU dalam beberapa hari terakhir dan memicu keresahan masyarakat.

Fairid Naparin mengakui penurunan suplai tersebut menjadi salah satu penyebab utama terganggunya distribusi BBM di ibu kota Kalimantan Tengah itu.

“Normal kebutuhan Kota Palangka Raya itu sekitar 190 KL per hari. Namun sejak awal Mei yang terkirim hanya 150 sampai 160 KL per hari,” ujar Fairid usai rapat koordinasi bersama Pertamina dan Forkopimda, Jumat (8/5/26).

Menurut dia, dalam dua hari terakhir distribusi sempat dibantu pasokan tambahan dari depo Banjarmasin sehingga meningkat menjadi sekitar 170 KL per hari. Meski demikian, angka tersebut masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah daerah, kebutuhan tertinggi BBM masyarakat Palangka Raya bahkan pernah mencapai 215 KL per hari, terutama saat momentum Ramadan. Karena itu, pemerintah meminta penambahan kuota tetap menjadi 205 KL per hari agar antrean bisa segera terurai.

“Kami meminta normal baru distribusi untuk Palangka Raya menjadi 205 KL per hari. Kalau itu terpenuhi, kebutuhan masyarakat aman,” katanya.

Selain penambahan stok, pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk mengurangi antrean. Seluruh SPBU akan memperpanjang jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 01.00 WIB. SPBU di kawasan KM 12 dipastikan beroperasi 24 jam dan akan ditambah tiga SPBU lagi yang juga buka penuh selama sehari semalam.

“Nanti total ada empat SPBU yang buka 24 jam,” ucap Fairid.

Pemko Palangka Raya bersama Forkopimda juga akan memaksimalkan penggunaan seluruh dispenser pengisian BBM di SPBU serta membantu pengaturan antrean di lapangan.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua pengguna Pertalite, pemerintah sementara waktu meniadakan penggunaan barcode subsidi hingga kondisi kembali normal.

“Kebijakan sementara sampai situasi normal, termasuk membantu masyarakat dan pengemudi ojek online,” jelasnya.

Fairid berharap langkah tersebut mulai berdampak dalam waktu dekat sehingga antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir dapat segera teratasi.

“Mulai besok sudah bergerak. Kita targetkan secepatnya sampai normal,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *