Murung Raya

Kolaborasi OPD Dorong Pertanian Makro

167
×

Kolaborasi OPD Dorong Pertanian Makro

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin Dengan Jajaran OPD dilingkup Pemkab Mura, Rabu (6/5/2026). foto: ist

PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mulai memfokuskan arah kebijakan pembangunan sektor pertanian untuk tahun anggaran 2027.
Fokus tersebut diarahkan pada pengembangan tiga komoditas unggulan daerah, yakni padi, kopi, dan kakao, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin saat memimpin kegiatan coffee morning bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Puruk Cahu, Rabu (6/5/25).
Kegiatan itu mengusung tema pengembangan potensi pertanian makro Kabupaten Murung Raya melalui dukungan infrastruktur dan strategi kolaborasi antar-OPD, pemerintah desa, serta kelurahan.
Dalam arahannya, Rahmanto menegaskan pentingnya kesamaan visi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam menyusun kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, sinkronisasi program menjadi kunci agar pembangunan sektor pertanian dapat berjalan efektif dan tepat sasaran sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Saya sampaikan sejak awal agar eksekutif dan legislatif dalam menyusun kebijakan anggaran tahun 2027 dapat lebih fokus mengarah pada pengembangan tiga komoditas ini,” ujar Rahmanto.
Ia menilai, selama ini masih terdapat kebijakan anggaran yang belum sepenuhnya sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. Karena itu, Rahmanto meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh kepala OPD untuk membangun komunikasi yang intensif dengan pihak legislatif agar arah penganggaran benar-benar mendukung program prioritas pertanian.
Selain sinkronisasi kebijakan, Rahmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Dinas Pertanian, kata ia, akan menjadi leading sector dalam pengembangan komoditas padi, kopi, dan kakao. Sementara itu, dukungan infrastruktur akan diperkuat oleh Dinas PUPR dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan).
Tidak hanya itu, Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Perindagkop) juga diharapkan mengambil peran dalam mendukung pemasaran dan penguatan ekonomi hasil pertanian masyarakat.
Dukungan dari OPD lainnya dinilai sangat diperlukan agar program pengembangan pertanian dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kolaborasi inilah yang harus kita bangun bersama sehingga hasil pengembangan tiga komoditas unggulan ini dapat terlihat dan dirasakan manfaatnya dalam lima tahun mendatang,” tambahnya. (udi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *