PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri Capacity Building Skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia di Jakarta, Selasa (5/5/2025) lalu. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.
Fairid menegaskan, keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dalam mencari model pembiayaan pembangunan yang inovatif, prudent, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik.
“Keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah daerah untuk semakin adaptif dalam mencari model pembiayaan pembangunan yang inovatif, prudent, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut Fairid, skema KPDBU merupakan instrumen strategis yang perlu dipahami dan dipersiapkan secara matang oleh pemerintah daerah. “Terutama dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan daerah. “Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat langkah menuju pembangunan kota yang modern, efisien, dan berkelanjutan melalui skema pembiayaan inovatif yang kolaboratif dan terukur,” tegas Fairid.
Pada sesi pemaparan, Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan materi terkait skema KPBU berdasarkan Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 9 Tahun 2025, khususnya pada aspek kebijakan, perencanaan, dan strategi penyiapan proyek di daerah.
Selanjutnya, Kementerian Keuangan memaparkan dukungan pemerintah terhadap skema KPBU berdasarkan PMK Nomor 68 Tahun 2024, terutama terkait dukungan fiskal, pembiayaan infrastruktur, dan skema dukungan pemerintah bagi daerah.
Sementara itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia menjelaskan peran penjaminan pemerintah dalam proyek KPBU, termasuk fasilitasi penyiapan proyek, mitigasi risiko, serta penguatan kelayakan proyek agar lebih siap dikerjasamakan dengan badan usaha.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas peluang, tantangan, serta kesiapan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengembangkan proyek KPDBU yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. (ifa/ens)












