Kotawaringin Timur

Kotim Genjot Cetak Sawah 1.067 Hektare

160
×

Kotim Genjot Cetak Sawah 1.067 Hektare

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto saat diwawancarai awak media, beberapa waktu lalu. APRI/RADAR KALTENG

Empat Desa di Pesisir dan Hilir Jadi Prioritas 2026

‎‎SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah. Pada tahun 2026, program cetak sawah rakyat (CSR) kembali digulirkan dengan menyasar empat desa di wilayah pesisir dan hilir.

‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Hartady Periyanto mengungkapkan, program ini akan dilaksanakan di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, kemudian Desa Basawang dan Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit, serta Desa Bapinang Hilir Laut di Kecamatan Pulau Hanaut.

“Sebaran lokasi ini sudah melalui kajian teknis dan menjadi prioritas pengembangan lahan pertanian baru di Kotim tahun 2026,” ujar Yephi, Rabu (6/5/2026).

‎Ia menegaskan, keberhasilan program CSR tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen di lapangan. Mulai dari petani, pemerintah desa dan kecamatan, hingga penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi menjadi kunci. Kami harapkan semua pihak ikut mendukung agar pelaksanaan program berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” tegasnya.

‎Program yang merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pertanian ini menargetkan pembukaan dan optimalisasi lahan sawah seluas 1.067 hektare di Kotim. Seluruh proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam tahun 2026, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya petani.

‎Menurut Yephi, program ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Selain itu, perluasan lahan sawah juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

“Harapan kami, program ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

‎Dengan adanya program cetak sawah ini, Pemkab Kotim optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan menjadi tulang punggung yang kokoh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *