Isen MulangKalimantan Tengah

Hardiknas 2026 Momentum Transformasi Pendidikan

151
×

Hardiknas 2026 Momentum Transformasi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HARDIKNAS : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi dan Hari Otonomi Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/26). FOTO BIRO ADPIM UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi dan Hari Otonomi Daerah (OTDA) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026).

Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, Ketua DPRD Provinsi Kalteng Arton S Dohong, forkopimda, serta para kepala perangkat daerah (PD).

Dalam amanatnya, Wamendikdasmen menegaskan, peringatan Hardiknas 2026 merupakan momentum refleksi yang tidak sekadar bersifat seremonial. “Peringatan Hardiknas tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik tolak untuk meneguhkan arah dan keberanian dalam mentransformasi pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Dia juga menekankan hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. “Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses menumbuhkan potensi, membangun karakter, dan menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pemerintah telah meletakkan fondasi penting menuju pendidikan bermutu melalui berbagai program. Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran disebut telah menjangkau puluhan ribu sekolah, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam konteks peringatan Hari Bumi, ia mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi krisis global. “Pendidikan tidak boleh terpisah dari realitas krisis global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis sumber daya,” katanya.

Dengan mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet Kita”, ia menegaskan pentingnya kesadaran ekologis sejak dini. “Pendidikan harus menanamkan kesadaran ekologis, mengintegrasikan isu lingkungan dalam pembelajaran, dan mendorong aksi nyata di sekolah,” lanjutnya.

Terkait Hari Otonomi Daerah, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama keberhasilan pembangunan, termasuk di bidang pendidikan,” ujarnya.

Di Kalteng, peran tersebut dinilai semakin strategis karena wilayah ini tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan, tetapi juga penjaga ekosistem penting bagi keberlanjutan lingkungan Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan di daerah ini diharapkan mampu mengintegrasikan kearifan lokal dengan tantangan global.

Pada rangkaian kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan program sekolah gratis kepada tiga perwakilan siswa dari jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus oleh Wamendikdasmen. Selain itu, dilakukan pertukaran plakat antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Wamendikdasmen sebagai simbol sinergi dalam memajukan pendidikan. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *