FOTO :
PALANGKA RAYA – Sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) akhirnya kembali berdenyut. Setelah sempat di suspensi akibat berbagai kendala teknis, unit-unit layanan ini kini kembali beroperasi dan melayani masyarakat, menyusul proses perbaikan yang telah dilakukan.
Koordinator Regional BGN Kalteng, Elisa Agustino, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat 36 SPPG yang harus dihentikan sementara.
“Prosesnya memang tidak instan. Setelah disuspen, mereka kami beri waktu untuk melakukan perbaikan. Kalau sudah selesai, mereka melapor dan mengajukan izin operasional kembali,” ujarnya, baru-baru ini.
Dari proses tersebut, sembilan SPPG dinyatakan telah memenuhi syarat dan kembali diizinkan beroperasi. Sementara sisanya masih dalam tahap pembenahan.
Namun, kembalinya operasional bukan berarti tanpa catatan. Evaluasi justru menjadi fokus utama ke depan, terutama pada aspek teknis yang baru terlihat ketika layanan berjalan dalam kapasitas penuh.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurut Elisa, persoalan sering kali baru muncul ketika produksi meningkat drastis.
“Di awal, saat belum operasional penuh, semuanya terlihat aman. Tapi ketika sudah melayani 1.000 sampai 3.000 porsi, mulai muncul masalah seperti kebocoran atau meluber. Ini yang terus kami evaluasi dan perbaiki,” jelasnya.
Di sisi lain, kebijakan penghentian sementara operasional juga berdampak pada pembiayaan. Elisa menegaskan bahwa biaya operasional tidak disalurkan selama tidak ada aktivitas produksi.
Meski begitu, ada perbedaan perlakuan untuk komponen lain seperti insentif.
Dalam kondisi perbaikan ringan, insentif masih dapat diberikan. Namun jika perbaikan bersifat besar, maka pembayaran insentif bisa dihentikan sementara.
“Harus dibedakan antara biaya operasional, insentif, dan bahan baku. Karena meskipun tidak produksi, tetap ada biaya seperti listrik, tenaga kerja, hingga kegiatan pembersihan atau peningkatan kapasitas,” katanya.
Dengan evaluasi yang terus berjalan, BGN berharap seluruh SPPG yang sempat disuspensi dapat segera menyusul kembali beroperasi. Lebih dari itu, perbaikan yang dilakukan diharapkan mampu memastikan layanan gizi berjalan lebih stabil, aman, dan berkelanjutan. (ifa/)












