Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan langkah strategis baru pengelolaan bantuan sosial di Indonesia. Kini, setiap desa diwajibkan memiliki operator data khusus agar Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap akurat dan mutakhir.
Langkah tersebut diambil supaya semua bantuan dan program pemerintah tepat sasaran. Gus Ipul menekankan peran petugas lapangan dan perangkat desa sebagai ujung tombak sistem data yang transparan.
Gus Ipul menginginkan alur komunikasi jelas terkait data kemiskinan antara pusat dan daerah. Dia tidak ingin ada pemimpin daerah, mulai dari Kepala Desa sampai Bupati, tidak tahu data wilayahnya karena proses tidak transparan.
“Jadi data itu kita terima dari bawah, kita tidak mau ada Kepala Desa, Bupati atau Wali Kota tidak mengetahui data tersebut. Setiap data disalurkan lewat jalur resmi dan partisipasi,” ujar Gus Ipul saat menerima audiensi Bupati Deli Serdang dan Wakil Bupati Sampang di Kantor Kemensos, Rabu (29/4).
Pesan ini agar pemutakhiran data dilakukan secara rutin karena status sosial ekonomi masyarakat dinamis. Menariknya, data yang dimutakhirkan akan langsung dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) agar objektivitas terjaga. “Jadi tidak ada otak atik data dulu,” tegas Gus Ipul.
Misi Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat
Selain bantuan tunai, Gus Ipul juga berpesan kepada kepala daerah sukseskan program Sekolah Rakyat. Pemimpin daerah diminta terjun langsung memantau penjangkauan siswa dari keluarga prasejahtera agar dapat akses pendidikan layak.
“Saya minta untuk berperan dalam penjangkauan siswa Sekolah Rakyat,” ucapnya. Program ini fokus pada anak kelompok desil 1-2 dalam data DTSEN, diverifikasi pendamping PKH bersama Pemda sebelum jadi siswa resmi.
Seleksi melibatkan dialog mendalam dengan orang tua atau wali murid. Hal ini memastikan komitmen pendidikan tidak hanya dari pemerintah, tapi juga lingkungan keluarga siswa.












