Dari Peringatan Hari Kartini dan Gerakan Giat Membaca di Desa Anjir Serapat Baru
Peringatan Hari Kartini di Desa Anjir Serapat Baru dimeriahkan dengan kegiatan lomba fashion show bagi kaum perempuan dan Gerakan Giat Membaca untuk semua masyarakat.
Peringatan Hari Kartini di Kecamatan Kapuas Timur Desa Anjir terasa berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Selain dihadiri langsung Ibu Bupati Kapuas Hj Siti Saniah Wiyatno juga diselenggarakan berbagai lomba. Diantaranya peragaan busana (Fashion Shoaw) dan membaca surat khusus bagi kaum perempuan.
Menariknya dalam acara itu juga digelar Gerakan Giat Ayo Membaca yang diselenggarakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Kapuas Timur, Kamis (23/4/2026). Kegiatan Giat Ayo Membaca ini sangat relevan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk menuntut persamaan hak kaum wanita di bidang Pendidikan.
Gerakan Giat Ayo Membaca ini sebagai upaya pemerintah kecamatan dan Tim Penggerak PKK meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperingati semangat emansipasi perempuan. “Membaca adalah Jendela Dunia” yang berarti membaca apa saja atau literasi merupakan sarana utama membuka wawasan, memperkaya pengetahuan dan menjelajah dunia tanpa batas.
Kegiatan yang berlangsung di D’Silva Caffe Handel Habib KM.8 Desa Anjir Serapat Baru dihadiri Ketua TP PKK Kapuas Hj Siti Saniah Wiyatno juga Camat Kecamatan Kapuas Timur Eko beserta jajaranya serta sejumlah undangan lainya terutama ibu-ibu tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Hj Siti Saniah Wiyatno menegaskan bahwa semangat R.A. Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas kegiatan seremonial.
“Hari ini adalah wujud nyata pelestarian budaya. Kita bisa melihat betapa indahnya budaya kita ditampilkan dengan anggun. Ibu-ibu di Kapuas Timur tampil cantik dengan busana kebaya yang menunjukkan identitas bangsa kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi lomba membaca surat cinta yang diikuti Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Kapuas Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk ekspresi sekaligus apresiasi terhadap peran perempuan di desa masing-masing. “Surat cinta ini seperti curahan hati ibu-ibu semua. Ini juga bentuk penghargaan bagi perempuan-perempuan hebat di desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan. “Menang atau kalah itu biasa. Yang penting kita tetap menjaga silaturahmi dan semangat kebersamaan, dalam upaya memperkuat peran perempuan untuk membangun keluarga dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya.
Hj Siti Saniah Wiyatno mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan, seraya mengajak untuk terus berkarya dan berani bermimpi. “Selamat Hari Kartini. Semoga semangat perjuangan R.A. Kartini terus hidup dalam diri setiap perempuan Indonesia untuk berkarya, berani bermimpi, dan membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa ini. Perempuan bukan untuk dibatasi, tetapi untuk diberi ruang bersinar,” ucapnya. (alx/hms)












