Dari Pertemuan Dinkes Kapuas dengan Direktorat Imunisasi Kemenkes RI
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan terus memberikan imunisasi kepada anak-anak. Jumlahnya mencapai 14 jenis antigen dasar. Tujuanya untuk melindungi anak-anak Indonesia bebas dari penyakit berbahaya.
Informasi ini muncul dari pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bersama Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang secara langsung datang ke Kapuas. Pertemuan yang diselenggarakan di aula Dinas Kesehatan beberapa hari lalu, mengusung tema Monitoring dan Supervisi Pelaksanaan Imunisasi pada Wanita Usia Subur (WUS) serta Imunisasi Antigen Baru.
Pertemuan ini menjadi momen krusial karena menyangkut langsung kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan bahkan tenaga kesehatan itu sendiri. Disebutkan pemerintah memperkuat pemberian tiga jenis antigen (vaksin) baru, yaitu PCV, Rotavirus, dan HPV, ditambah dengan IPV2 (vaksin polio suntik kedua).
“Totalnya menjadi 14 antigen dasar yang harus diberikan kepada anak. Masyarakat tidak perlu bingung—ini semua untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti diare berat, radang paru, hingga kanker serviks nantinya,” kata pejabat dari Kemenkes Pusat.
Disebutkan, Kemenkes kini memiliki perhatian besar pada anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali (zero dose). Pelacakan dan pengejaran cakupan kelompok ini menjadi prioritas nasional, karena mereka paling berisiko terkena wabah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
“Agar tidak ada lagi anak terlewat, pemerintah merekrut tenaga khusus untuk digitalisasi pencatatan dan pelaporan program imunisasi. Artinya, data anak yang sudah dan belum imunisasi akan lebih akurat, cepat, dan mudah dipantau,” katanya.
Tak hanya anak-anak, pemberian imunisasi Tetanus (T2+) untuk ibu hamil dan Wanita Usia Subur (WUS) juga digencarkan. Tujuannya mencegah Tetanus Neonatorum, yaitu penyakit kejang dan kaku pada bayi baru lahir yang sering berakhir fatal. “Setiap ibu hamil wajib memastikan dirinya sudah mendapat imunisasi tetanus lengkap,” ucapnya.
Menariknya Kemenkes juga mewajibkan imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi seluruh tenaga kesehatan, medis, dan dokter internship. Bulan April 2026 ini menjadi bulan kick-off nasional. Karena nakes adalah garda terdepan yang rentan terpapar, sekaligus agen pencegah penularan di fasilitas kesehatan.
Pertemuan ini menegaskan bahwa imunisasi bukan hanya urusan balita, tetapi juga ibu hamil, remaja putri (dengan vaksin HPV), hingga tenaga kesehatan. Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 juga akan segera digelar, sehingga masyarakat diharapkan menyambut aktif setiap kegiatan imunisasi di desa dan kelurahan masing-masing.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Ibu Noorhaili, S.ST, mengapresiasi supervisi langsung dari Kemenkes. “Kami berkomitmen mengejar target cakupan, terutama untuk antigen baru dan vaksin MR bagi nakes. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya tegas.
Dia berharap jangan sampai ada lagi anak Kapuas yang zero dose. Lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi lengkap. Sehat itu hak, dan imunisasi adalah jalan termudah untuk mendapatkannya. Caranya gampang cukup datang ke Posyandu terdekat dengan membawa anaknya.(alx/hms)












