SAMPIT – Kalau biasanya mobil pemadam kebakaran identik dengan suara sirene kencang dan suasana panik, kali ini justru jadi kendaraan healing dadakan. Bukan karena kebakaran, tapi karena… ngidam.
Selasa siang (21/4/2026), suasana di Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mendadak berubah dari siaga jadi penuh tawa. Sekitar pukul 13.00 WIB, seorang ibu hamil tiga bulan datang dengan “permintaan darurat” yang tidak ada di SOP mana pun.
Bukan minta dipadamkan api, bukan pula minta diselamatkan dari kucing di atas pohon. Ia hanya ingin satu hal, yakni naik mobil damkar dan foto bareng petugas.
Petugas yang berjaga sempat saling pandang—ini laporan serius atau prank siang bolong? Tapi setelah dijelaskan dengan wajah penuh harap, barulah mereka sadar, ini murni ngidam level anti-mainstream.
“Katanya lagi hamil tiga bulan dan ngidam pengen naik mobil damkar,” cerita Dimas, salah satu petugas, sambil menahan senyum.
Kebetulan, hari itu damkar lagi “nganggur elegan” tidak ada kebakaran, tidak ada penyelamatan dramatis. Akhirnya, daripada sirene berdebu, petugas sepakat, ngidam harus dituntaskan!
Tak tanggung-tanggung, ibu tersebut bukan cuma diajak foto. Ia langsung diajak touring eksklusif keliling markas pakai mobil damka lengkap dengan sopir resmi, minus sirene dan drama.
Dimas yang kebagian jadi sopir, ditemani rekannya Wulan, mengantar “penumpang spesial” itu naik kendaraan merah besar yang biasanya melaju kencang saat genting. Kali ini? Santai, tanpa buru-buru—lebih mirip city tour daripada operasi penyelamatan.
Sepanjang perjalanan singkat itu, wajah sang ibu sumringah. Senyumnya lebar, matanya berbinar—seolah impian masa kecil yang tiba-tiba terwujud di trimester pertama.
“Langsung setuju waktu diajak keliling. Memang dari awal pengen coba,” ujar Dimas.
Setelah puas “riding”, sesi ditutup dengan foto bareng petugas. Jepretan sederhana, tapi ceritanya? Dijamin beda dari album kehamilan pada umumnya.
Bagi para petugas damkar, ini jadi momen langka. Biasanya mereka berjibaku dengan api dan situasi darurat, tapi kali ini justru “memadamkan” rasa penasaran seorang ibu hamil.
“Ini pengalaman pertama buat saya. Tapi katanya, pernah juga ada yang minta seperti ini,” tambah Dimas.
Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, pun santai menanggapi kejadian ini. Selama masih dalam batas tugas, pihaknya siap melayani, bahkan untuk permintaan yang bikin senyum-senyum sendiri.
“Selagi masih dalam tupoksi, kami berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Kisah ini jadi pengingat, bahwa di balik tugas berat dan risiko tinggi, petugas damkar juga punya sisi humanis dan kadang, jadi “driver impian” bagi warga yang lagi ngidam.
Singkat memang, cuma beberapa putaran. Tapi bagi sang ibu, ini mungkin akan jadi cerita legendaris, ngidam yang tidak biasa, tapi berhasil diwujudkan tanpa perlu ada yang kebakaran dulu. (pri)












