Pulang Pisau

Dorong Kemajuan Perempuan yang Berdaya dan Mandiri

186
×

Dorong Kemajuan Perempuan yang Berdaya dan Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Pulang Pisau, Dewi Sartika, Selasa (21/4/26). foto: ist

PULANG PISAU – Momentum Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa makna. Tetapi harus dijadikan refleksi nyata dalam mendorong kemajuan perempuan yang berdaya dan mandiri dalam kehidupan modern.
“Momentum Peringatan Hari dijadikan refleksi untuk menyalakan kembali semangat perjuangan emansipasi, mendorong kesetaraan gender serta memotivasi perempuan agar terus berdaya, mandiri dan berkontribusi bagi daerah dan negara,” Hal itu disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau Dewi Sartika, Selasa (21/4/26).
Srikandi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menekankan bahwa tidak hanya pemangku kepentingan, tetapi juga kaum perempuan, khususnya di Bumi Handep Hapakat harus memiliki pola pikir yang lebih maju dan progresif dan aktif terlibat dalam pembangunan, khususnya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Anggota dewan terpilih dari Dapil III Kecamatan Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala ini secara khusus menyoroti sejumlah isu krusial yang masih dihadapi perempuan, seperti tingginya angka kematian ibu saat melahirkan serta perlindungan terhadap pekerja perempuan.
“Kasus-kasus seperti ini tentunya ini harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga dapat dicegah bersama-sama,” ujarnya
Ia juga mendorong adanya penguatan program berbasis gender, terutama dalam meningkatkan perhatian terhadap keselamatan ibu saat melahirkan. Upaya tersebut, menurutnya, perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari DP3AP2KB, rumah sakit, hingga Dinas Kesehatan, dan pihak-pihak terkait guna memastikan layanan kesehatan ibu berjalan optimal hingga masa persalinan.
“Kami dari dewan akan memperjuangkan untuk kepentingan perempuan dan terus mendorong berbagai kebijakan strategis, seperti peningkatan anggaran pendidikan dan literasi kesehatan reproduksi, serta upaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Pulang Pisau,” jelasnya.
⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Melalui momentum Hari Kartini, Dewi Sartika berharap semangat emansipasi tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan perubahan nyata bagi perempuan.
“Selamat Memperingati Hari Kartini. Mari kita gabungkan kembali semangat emansipasi untuk memastikan perempuan Indonesia berdaya dan mandiri dalam kehidupan modern, dengan terlibat aktif dalam pembangunan mewujudkan Indonesia Emas 2045, ” tutup Dewi Sartika. (ung/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *