Utama

Waspada Karhutla 2026, 7.000 Personel Disiagakan

194
×

Waspada Karhutla 2026, 7.000 Personel Disiagakan

Sebarkan artikel ini
GELAR PASUKAN DAN SARPRAS : Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Agustiar Sabran dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memeriksa kesiapan pasukan dan sarana prasarana mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah pada Apel Gelar Pasukan dan Sarpras di Mapolda Kalteng, Jumat (17/4/2026). IST/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang pada 2026, jajaran pemerintah daerah bersama TNI dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) di Lapangan Mapolda Kalteng, Jumat (17/4/2026).
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, penanggulangan karhutla tahun ini menjadi prioritas utama. Hal tersebut seiring adanya fenomena el nino yang diperkirakan meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar potensi kebakaran di sejumlah wilayah rawan.
Ia menyebutkan, 7.000 personel gabungan TNI, Polri dan pemerintah daerah telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi karhutla tahun ini. Kesiapan tersebut meliputi kekuatan sumber daya manusia hingga dukungan sarana dan prasarana di lapangan.
“Hari ini kita melaksanakan apel kolaborasi untuk mengecek kesiapan personel dan sarpras. Sesuai amanat pak gubernur, upaya pencegahan dan pengendalian ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus dilakukan bersama-sama,” tegas kapolda.
Menurut Iwan, langkah pencegahan telah mulai digencarkan melalui sosialisasi masif kepada masyarakat. Kapolda mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem yang rawan memicu kebakaran meluas.
Meski demikian, ia mengingatkan bagi masyarakat yang tetap melakukan pengolahan lahan, harus mematuhi aturan sesuai peraturan daerah. Seperti kewajiban melapor, pembatasan luas lahan, serta larangan pembakaran lebih dari dua hektare dalam satu desa secara bersamaan. “Dalam kondisi el nino seperti ini, akan lebih baik jika tidak ada pembakaran sama sekali,” tegasnya.
Sebagai langkah pengawasan, kapolda bersama forkopimda dijadwalkan melakukan patroli udara guna memantau titik panas (hotspot) di wilayah Kalteng. Upaya ini dilakukan untuk memastikan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.
Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, Kalteng termasuk daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi. Hal itu diperkuat oleh prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau yang lebih kering dengan puncak pada Juli hingga Agustus mendatang.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan dengan menekankan pencegahan sebagai prioritas utama,” tegas Agustiar seraya menekankan pentingnya sinergisitas lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah karhutla. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *