Kalimantan Tengah

Gubernur Tindak Tegas Penimbunan BBM

195
×

Gubernur Tindak Tegas Penimbunan BBM

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan maupun SPBU yang tidak bertanggung jawab dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM), demi mencegah kelangkaan dan melindungi kepentingan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas potensi gangguan distribusi BBM yang dapat berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah membentuk tim khusus bersama aparat penegak hukum (APH) guna mengawasi distribusi BBM di lapangan.

“Kami sudah membentuk tim untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penimbunan ini yang membuat BBM menjadi langka di SPBU,” ujar Agustiar, Jumat (17/4/26).

Ia menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara ketat, dan tidak menutup kemungkinan adanya sanksi bagi SPBU atau pihak lain yang terbukti melakukan pelanggaran. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan agar distribusi BBM tetap berjalan normal dan tidak merugikan masyarakat.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman. Salah satu langkah yang diambil adalah pengaturan distribusi stok dalam jangka waktu dua hingga tiga hari guna mengantisipasi kekosongan di sejumlah wilayah.

“Kami sudah memanggil Pertamina dan meminta agar stok diatur, baik untuk dua hari maupun tiga hari ke depan. Walaupun situasi global seperti sekarang, kami tetap berupaya maksimal agar tidak terjadi kelangkaan,” tambahnya.

Orang Nomor Satu di Bumi Tambun Bungai itu juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas distribusi BBM. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan kelangkaan tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Kalau tidak dilakukan bersama-sama, upaya antisipasi ini tidak akan maksimal. Kebersamaan menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak,” tegasnya.

Pihaknya berharap dengan langkah-langkah tersebut, distribusi BBM dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *