Konflik ini sendiri merupakan dampak meluas dari perang Iran, setelah Hizbullah meluncurkan serangan rudal ke Israel pada 2 Maret sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran. Serangan tersebut memicu respons keras Israel, termasuk invasi darat ke Lebanon selatan.
Israel sebelumnya menyatakan niatnya untuk menguasai wilayah hingga Sungai Litani, sekitar 29 kilometer dari perbatasannya. Namun, Lebanon kemungkinan akan menuntut penarikan penuh pasukan Israel, sesuatu yang selama ini ditolak oleh Tel Aviv.
Kesepakatan gencatan senjata di Lebanon ini juga berkaitan langsung dengan negosiasi paralel antara AS dan Iran. Konflik yang dimulai sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari kini berada dalam masa gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan dan akan berakhir pada 22 April.
Upaya perundingan sebelumnya di Islamabad gagal mencapai kesepakatan setelah 21 jam negosiasi. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, kini tengah berada di Teheran untuk menjembatani perbedaan antara kedua pihak.
Pihak Pakistan menyatakan optimisme bahwa putaran kedua perundingan AS-Iran dapat segera digelar dalam beberapa hari ke depan.
Trump bahkan mengklaim Iran telah sepakat menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, yang ia sebut sebagai nuclear dust dan menyebut kedua pihak ‘sangat dekat’ dengan kesepakatan damai.
Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Iran maupun mediator internasional.
Editor: Kuswandi
Sumber : jawapos.com












