Gubernur Sanliurfa, Hasan Sildak, mengatakan korban luka terdiri dari 10 siswa, empat guru, satu petugas polisi, dan seorang pegawai kantin.
“Pelaku berhasil dipojokkan di dalam gedung oleh polisi dan meninggal setelah menembak dirinya sendiri,” kata Sildak, seraya menambahkan bahwa penyelidikan komprehensif sedang dilakukan.
Rangkaian dua insiden berdarah ini mengejutkan publik Turki, mengingat penembakan di lingkungan sekolah tergolong jarang terjadi di negara tersebut.
Kejadian beruntun ini memicu kekhawatiran serius soal keamanan sekolah serta pengawasan terhadap akses senjata, khususnya di kalangan remaja.
Otoritas kini menghadapi tekanan untuk segera mengevaluasi sistem keamanan pendidikan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber : jawapos.com












