International

Dilabeli Teroris oleh Amerika, Israel dan Lebanon Sepakat Lucuti Persenjataan Hizbullah 

147
×

Dilabeli Teroris oleh Amerika, Israel dan Lebanon Sepakat Lucuti Persenjataan Hizbullah 

Sebarkan artikel ini
Pejuang Hizbullah meneriakkan selama prosesi pemakaman di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. (File: Hussein Malla/AP Photos)

Konflik yang terus berlangsung telah menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa di Lebanon sejak awal Maret, serta ratusan ribu warga mengungsi akibat serangan lintas perbatasan.

Marco Rubio menegaskan bahwa perundingan ini bukan solusi instan, tetapi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang.

“Semua kompleksitas masalah ini tidak akan terselesaikan dalam enam jam ke depan, tetapi kita dapat mulai bergerak maju dan menciptakan kerangka kerja untuk sesuatu… yang sangat permanen,” ucap Rubio.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri baku tembak antara militer Israel dan Hizbullah yang masih berlangsung hingga kini, dengan serangan roket dilaporkan terjadi di kedua sisi perbatasan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga menegaskan bahwa tujuan utama pembicaraan adalah pelucutan Hizbullah secara permanen, bukan sekadar gencatan senjata sementara.

Namun demikian, perlu dicatat, jalan menuju perdamaian masih terjal. Tokoh senior Hizbullah, Wafiq Safa, menolak hasil perundingan tersebut dan menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan terikat pada kesepakatan apa pun.

“Mengenai hasil negosiasi antara Lebanon dan musuh Israel ini, kami sama sekali tidak tertarik atau peduli dengan mereka… Kami tidak terikat oleh apa yang mereka setujui,” tegas Safa.

Pernyataan ini menunjukkan potensi hambatan serius dalam implementasi kesepakatan, sekaligus menegaskan kompleksitas konflik yang melibatkan aktor negara dan non-negara.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah

Sumber : jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *