DPRD Kalimantan Tengah

Warga Diminta Waspadai Kemarau Lebih Awal

154
×

Warga Diminta Waspadai Kemarau Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandou.

PALANGKA RAYA – Ancaman musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal menjadi perhatian serius di anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi ini  berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan seperti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bagian utara.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kotim diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya risiko kekeringan serta kebakaran lahan yang kerap terjadi setiap tahun.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan II, Hero Harapanno Mandouw, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini. “Ya walaupun informasinya mengatakan secara umum masih relatif normal tetapi saat siang hari mulai terasa lebih kering. Ini yang perlu diwaspadai terlebih bagi masyarakat yang kerap membakar sampah, pastikan apinya padam dan ini rawan biasanya di kawasan hutan,” ujarnya, Minggu (12/4).

Ia menjelaskan, kondisi kelembapan udara yang masih relatif normal tidak boleh membuat masyarakat lengah. Sebab, perubahan suhu dan tingkat kekeringan pada siang hari dapat mempercepat munculnya titik api, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut yang mudah terbakar.

Hero juga menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam melakukan langkah antisipasi. “Pencegahan harus dilakukan sejak awal, jangan sampai kita kembali menghadapi bencana kabut asap yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat terus diperkuat. Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar agar risiko karhutla dapat diminimalisasi dan lingkungan tetap terjaga.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *