PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Arief M Norkim menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) bersama perwakilannya di Palangka Raya yang menutup sementara 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar operasional. Penutupan sejumlah SPPG itu dilakukan sebagai upaya membenahi dari dalam guna meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal ke masyarakat penerima manfaat.
Menurut Arief, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Terutama karena SPPG berperan penting dalam penyediaan makanan bagi para pelajar. Ia menekankan bahwa perbaikan harus segera dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari pihak terkait.
“Kami menyambut baik keputusan ini. Harapannya, SPPG yang ditutup sementara dapat segera memperbaiki kekurangan sesuai standar yang ditetapkan,” kata wakil rakyat yang hobi main sepak bola itu, Senin (13/4/2026).
Arief juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam memenuhi standar operasional dapat berdampak luas, tidak hanya terhadap lingkungan sekitar SPPG, tetapi juga terhadap kesehatan para pelajar sebagai penerima manfaat program MBG. Aspek kebersihan, higienitas, dan sterilisasi menjadi perhatian utama yang tidak boleh diabaikan.
“Jangan sampai ini berdampak pada kesehatan pelajar. Dari segi higienitas dan sterilisasi harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Arief berharap agar proses perbaikan tidak memakan waktu lama supaya tidak mengganggu kerja sama antara SPPG dan pihak sekolah. Ia menyoroti potensi dampak terhadap penyaluran anggaran jika layanan terhenti terlalu lama.
“Kalau bisa jangan terlalu lama. Kasihan pihak sekolah yang sudah bekerja sama, karena anggaran juga bisa tertunda,” katanya.
Terkait anggaran yang sempat tertunda, ia meminta agar dana tersebut tetap disalurkan sesuai peruntukannya. Mekanisme penyaluran, baik melalui rapelan maupun skema lain, diharapkan dapat diatur oleh pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang penting anggaran tetap tersalurkan. Teknisnya bisa diatur oleh pihak terkait sesuai aturan,” tutupnya.
Langkah evaluasi terhadap SPPG ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan gizi bagi pelajar di Palangka Raya sekaligus memastikan standar kesehatan tetap terjaga. (ifa/ens)












