DPRD Kalimantan Tengah

Pemerintah Wajib Dukung Perempuan Sebagai Pengerak Ekonomi

163
×

Pemerintah Wajib Dukung Perempuan Sebagai Pengerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Hardi Sarjito/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menyampaikan, bahwa peran perempuan saat ini semakin komplek. Selain peran utama sebagai ibu rumah tangga, perempuan juga dituntut untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada, kaum perempuan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi penggerak roda ekonomi melalui berbagai usaha produktif.

“Perempuan memiliki potensi besar dalam membantu ekonomi keluarga. Banyak di antara mereka yang kini aktif menjalankan usaha, mulai dari UMKM hingga kegiatan ekonomi kreatif lainnya,” ucapnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, kontribusi perempuan di sektor ekonomi tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan internal keluarga, tetapi juga memberikan efek positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, sangat dinantikan.

Faridawaty mendorong pemerintah daerah, untuk terus memberikan perhatian dan dukungan maksimal. Dukungan tersebut diharapkan berupa fasilitas pelatihan keterampilan, kemudahan akses permodalan, hingga pendampingan usaha bagi para pelaku usaha perempuan.

Dengan dukungan yang tepat, perempuan bisa lebih mandiri secara ekonomi dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.

“Saya berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran dalam dunia usaha dan memanfaatkan peluang yang ada. Hal ini dinilai penting, untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan pemerataan kesejahteraan,” ungkapnya.

Hal ini menjadi bagian penting, dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan pembangunan yang inklusif. (rdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *