PALANGKA RAYA – Kondisi perekonomian yang sedang tidak menentu serta semakin menurunnya aliran dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah mendapat perhatian serius Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering.
Situasi ini, kata politikus kawakan menuntut langkah strategis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Pemerintah harus benar-benar mengelola keungan daerah sesuai peruntukan yakni untuk mensejahterakan rakyat.
“Kondisi ekonomi yang tidak menentu dan bergejolak, serta semakin menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat membuat Pemprov harus mencari langkah strategis, salah satunya dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucapnya, Kamis (9/4/2026).
Selain upaya peningkatan pendapatan, di tengah keterbatasan keuangan daerah, kebijakan efisiensi dan rasionalisasi anggaran menjadi hal yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu, Pemprov perlu melakukan penajaman skala prioritas terhadap program dan kegiatan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Terkait hal tersebut, diharapkan kepada Pemprov dalam hal ini Tim Anggaran agar pengurangan dan efisiensi anggaran serta mengendalikan beberapa belanja operasi. Seperti belanja perjalanan dinas, rapat-rapat, ATK, serta belanja rumah tangga,” ujarnya.
Namun demikian, Yohannes menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tersebut sebaiknya tidak diberlakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tertentu yang menjadi pemungut PAD dan garda terdepan dalam optimalisasi pendapatan daerah, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), khususnya unit SAMSAT.
“Sebab dengan realitas semakin rendahnya dana transfer termasuk bagi hasil, mau tidak mau Pemprov harus mengoptimalkan PAD. Untuk itu, operasional Bapenda dan SAMSAT hendaknya dihindari adanya pengurangan atau efisiensi,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai bagi instansi pengelola pendapatan sangat penting agar mereka dapat bekerja maksimal dalam menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah, sehingga target PAD dapat tercapai meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit. (rdi)












