PALANGKA RAYA – Kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan pendukung usaha mulai dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha di Kota Palangka Raya. Seperti halnya kenaikan harga plastik di daerah ini
Hal ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Debora Holdae Veronika Lesa yang juga merupakan pelaku usaha di sektor coffee shop.
Menurut Debora, lonjakan harga sejumlah komoditas seperti gula dan plastik cukup membebani operasional usaha. Bahkan kenaikan harga plastik disebut mencapai hingga Rp 10 ribu, yang turut mendorong peningkatan biaya produksi.
“Kalau harga bahan naik, otomatis harga jual juga harus menyesuaikan. Ini yang jadi dilema bagi pelaku usaha,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Tak hanya itu, Debora juga menyoroti sempat terjadinya kelangkaan bahan baku, seperti susu UHT, yang membuat pelaku usaha kesulitan memenuhi kebutuhan produksi. Kondisi tersebut dinilai semakin memperberat situasi, terutama bagi usaha kecil dan menengah.
Meski menghadapi tekanan, dia menyebut para pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti kondisi pasar yang ada. Penyesuaian harga menjadi langkah yang tidak terhindarkan demi menjaga keberlangsungan usaha.
Debora menambahkan, sebagai anggota dewan, pihaknya tetap mengikuti kebijakan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam menyikapi dinamika ekonomi saat ini. Dia berharap kondisi harga dapat segera stabil agar tidak terus memberatkan pelaku usaha maupun masyarakat. (ifa/ens)












