Serba SerbiUtama

Yustina Ismiati, Istri Mantan Bupati Kobar Dua Periode Wafat di Semarang

344
×

Yustina Ismiati, Istri Mantan Bupati Kobar Dua Periode Wafat di Semarang

Sebarkan artikel ini
Yustina Ismiati, Istri Mantan Bupati Kobar Dua Periode Wafat di Semarang.

PANGKALAN BUN – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng). Hj. Yustina Ismiati, S.H., M.H tutup usia pada Rabu, 8 April 2026, pukul 04.00 WIB di RS Karyadi, Semarang. Perempuan kelahiran Salatiga, 26 September 1970 itu menghembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya.

Diketahui, sebelum wafat almarhumah sempat dirawat di RS Imanuddin dan membutuhkan bantuan donor darah.
Kondisinya mengundang simpati dan
menjadi perhatian berbagai pihak yang berharap kesembuhannya.

Kini, ia pergi selamanya di usia 55 tahun, meninggalkan empat orang anak dan suaminya, H. Ujang Iskandar. Berita wafatnya tersiar luas dari aplikasi perpesanan WhatsApp dan berbagai platform media sosial. Kepergiannya menyisakan duka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang mengenal kiprah, pengabdian, dan sosoknya.

Hj. Yustina Ismiati dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pengabdian publik. Di politik, Ia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Kalteng, sebelum akhirnya melangkah ke tingkat nasional sebagai anggota DPD RI periode 2019–2024.

Di bidang sosial, dedikasinya juga tercatat kuat. Ia menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun 2005-2015. Peran tersebut dijalaninya seiring dengan masa kepemimpinan sang suami yang mengemban amanah sebagai Bupati Kobar selama dua periode.

Sebagai pendamping kepala daerah kala itu, almarhumah dikenal aktif turun langsung ke lapangan, menggerakkan program-program pemberdayaan keluarga dan perempuan, serta menjadi figur yang dekat dengan warga.

Informasinya, saat ini jenazah beliau masih berada di Semarang dan rencananya akan diterbangkan ke Pangkalan Bun pada Kamis pagi. Setibanya nanti, almarhumah akan disemayamkan di area kediamannya yang beralamat di Jalan HM. Rafi’i.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” demikian pesan duka yang disampaikan oleh pihak keluarga melalui kakak ipar almarhumah, Sugiyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *