Palangka Raya

Tradisi Toleransi Sudah Terbangun di Palangka Raya

132
×

Tradisi Toleransi Sudah Terbangun di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
MENINJAU : Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan serta forkopimda meninjau TPU di Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Sabtu (4/4/2026). FOTO MEDIA CENTER UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Perayaan Paskah di Kota Palangka Raya tahun ini tidak hanya menjadi momen ibadah saja. Tetapi juga simbol kuatnya nilai toleransi antarumat beragama yang terus dijaga oleh pemerintah di daerah ini.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, kehadiran dirinya bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12 merupakan bagian dari komitmen merawat kebhinekaan. Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan filosofi lokal huma betang yang mengajarkan hidup berdampingan dalam perbedaan.

Didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, Fairid memastikan jalannya ibadah malam Paskah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen berlangsung aman dan tertib. Namun lebih dari itu, ia menilai momen ini sebagai ruang mempererat hubungan sosial lintas agama.

“Paskah bukan hanya perayaan umat Kristiani, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya saling menghormati dan menjaga persatuan,” katanya, Sabtu (4/4/2026) lalu.

Fairid menambahkan, keterlibatan langsung pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Meski situasi terpantau kondusif, Fairid Naparin memastikan evaluasi tetap dilakukan, khususnya dalam hal pengaturan akses dan mobilitas masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan.

Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai budaya dan kebersamaan, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap tradisi toleransi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *