Isen MulangKalimantan Tengah

Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Gubernur Pastikan Tidak Ada Kenaikan

292
×

Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Gubernur Pastikan Tidak Ada Kenaikan

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, sampaikan sambutan, Selasa (31/3/26) malam. FOTO : IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar luas di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir memicu kepanikan. Dampaknya, antrean panjang kendaraan terlihat di berbagai SPBU, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar karena khawatir harga akan melonjak dalam waktu dekat.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memastikan bahwa kondisi pasokan BBM di wilayahnya masih dalam keadaan aman dan terkendali. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terburu-buru atau melakukan pembelian secara berlebihan.

“Untuk sekarang aman, ya. Masyarakat jangan panik,” ujarnya kepada awak media, Selasa (31/3/26) malam.

Agustiar juga menyoroti kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut.

“Kalau ada penimbunan dan sebagainya, saya minta tindakan tegas. Kami sebagai gubernur akan merekomendasikan pencabutan izin jika diperlukan,” tegasnya.

Menurutnya, stabilitas distribusi BBM sangat bergantung pada perilaku masyarakat dan pelaku usaha. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan dengan aksi-aksi spekulatif.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga bergerak cepat untuk meluruskan informasi yang beredar. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa kabar mengenai kenaikan drastis harga BBM nonsubsidi tidak benar.

“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3/26).

Klarifikasi ini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan, yang kerap kali tidak dapat dipastikan kebenarannya. Informasi yang tidak akurat dinilai menjadi salah satu pemicu utama kepanikan masyarakat hingga menyebabkan lonjakan konsumsi BBM secara tiba-tiba. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *