KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas. Upacara yang penuh khidmat tersebut dipusatkan di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Senin pagi (30/3/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara (irup) Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Dalam amanatnya, Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, peringatan hari jadi ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan, berlandaskan semangat huma betang dan tingang menteng panunjung tarung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tanpa kebersamaan, tanpa persatuan, tidak mungkin kita bisa menyukseskan pembangunan. Tujuannya satu, yaitu untuk menyejahterakan dan mengangkat martabat masyarakat Kalteng, khususnya Kapuas,” kata Agustiar saat jadi irup.
Menurut dia, ada beberapa isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama, penguatan kemandirian daerah. Khusus di Kapuas, memiliki potensi pertanian sangat besar, terutama padi, sehingga potensi unggulan ini perlu betul-betul dimaksimalkan.
“Selain itu, ada potensi lain seperti karet, rotan, kakao, kopi dan ikan air tawar. Jika semua dikembangkan dengan baik, perekonomian daerah pasti meningkat,” ungkapnya.
Agustiar menekankan, momentum sejarah ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Usia 220 tahun bagi Kota Kuala Kapuas dan 75 tahun bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas adalah bukti ketangguhan masyarakat Kapuas. Kita harus terus bersinergi untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang makin berkah,” ujarnya.
Upacara yang berlangsung di Stadion Panunjung Tarung ini dihadiri sejumlah pejabat dari lingkungan Pemprov Kalteng seperti Pj Sekda Leonard S Ampung, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, forkopimda, para pejabat lingkup Pemkab Kapuas, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan peserta dari berbagai instansi dan pelajar.
Peringatan tahun ini dengan tema “Hapakat, Habaring Hurung Mamangun Kapuas Akan Kamiar”. Agustiar mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan konektivitas antarwilayah di Kalteng. (alx/ens)












