Kotawaringin BaratUtama

Kekeringan Meluas, Dua Wilayah di Kobar Krisis Air Bersih

482
×

Kekeringan Meluas, Dua Wilayah di Kobar Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN : Tim BPBD Kobar turun memberikan bantuan suplai air bersih di wilayah terdampak kekeringan. FOTO : BPBD Kobar

PANGKALAN BUN – Akibat rendahnya curah hujan dalam waktu belakangan, kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kondisi ini membuat sumber air menurun drastis sehingga berdampak langsung pada kebutuhan air bersih warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar melaporkan, sebanyak ratusan warga terdampak krisis air bersih akibat kekeringan ini. Sebelumnya, kekeringan lebih dulu terjadi di lingkungan Desa Natai Baru karena ketiadaan sumber air embung pamsismas.

“Tim telah menyuplai air bersih sesuai kebutuhan yang tersebar ke 11 RT dengan lebih 177 KK. Selama 4 hari berturut-turut di Desa Natai Baru, sejak 25-28 Maret 2026 total tersalurkan 11 tangki ± 44.000 liter,” sebut Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Andan Santana.

Tak lama berselang, kekeringan menyusul di wilayah Jalan Raya Pangkalan Bungur, RT 28, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Adapun posko Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar menerima laporan masuk pada Sabtu (28/3) pukul 14.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Andan Santana menginstruksikan tim untuk segera melakukan suplai air bersih ke lokasi terdampak. Tim yang dipimpin Danton Sayid Abdul Badawi bersama sejumlah personel akhirnya mulai melakukan penanganan sekitar pukul 15.30 WIB.

“Ada 75 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air akibat debit sumur yang mulai mengering. Upaya penanganan dilakukan dengan mengisi tandon air yang disiapkan RT bersama warga setempat,” ungkap Andan.

Dalam kegiatan tersebut, tim pun berhasil menyalurkan sebanyak 4.000 liter air bersih melalui satu tangki suplai. Meski proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala, Andan menuturkan bahwa, penyaluran air belum dapat sepenuhnya menjangkau seluruh warga.

“Berhubung sudah malam hari, sementara ini ada 6 KK yang baru terlayani. Sebagian besar lainnya yang masih belum, perlu menunggu distribusi lanjutan,” imbuhnya.

BPBD Kobar memastikan, pihaknya akan terus melakukan distribusi air bersih secara bertahap, serta memantau perkembangan di lapangan. Penanganan lanjutan diupayakan agar seluruh warga terdampak dapat segera terpenuhi kebutuhan air bersihnya.

(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *