Suasana lebaran penuh suka cita takbiran mendadak diselimuti duka. Ajang saling berkumpul bersama keluarga, namun takdir justru ingin berkata lain. Seorang pemuda berinisial SAK (32) ditemukan tewas di hunian Barak BBE Divisi 3 dan 4, Desa Sumber Mukti, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Duka di Malam Lebaran, Pemuda Ditemukan Tergantung di Barak
PERISTIWA tragis itu terungkap oleh keluarga korban pada Jumat malam (20/3/2026), ketika warga sedang melaksanakan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Awalnya, sebelum korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan seutas tali dalam barak, anggota keluarganya sempat mencoba beberapa kali menghubunginya. Selama dua hari berturut-turut dihubungi, tak ada satu pun jawaban suara dari korban.
Khawatir akan terjadi sesuatu, keluarga akhirnya meminta bantuan salah satu kerabat yang bekerja bersama korban, guna memastikan kondisinya di barak. Setibanya di lokasi, korban juga tidak menyahut sama sekali saat dipanggil-panggil dari luar kamar.
Kapolsek Kolam Ipda Fritson menerangkan, kerabat atau saksi tersebut kemudian mengajak rekan lainnya untuk membantu melakukan pengecekan. Karena merasa curiga, mereka mencoba melihat ke dalam kamar melalui ventilasi. “Dari situ, saksi melihat korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa di depan kamarnya,” ungkapnya.
Setelah itu, saksi segera memanggil warga sekitar agar membuka paksa akses masuk melalui jendela kamar. Saat berhasil dibuka, kondisi korban dipastikan sudah tak bernyawa lagi dengan tubuh yang mulai kaku.
“Korban bunuh diri. Kejadian ini dilaporkan lebih dulu kepada pihak keamanan PT Sungai Rangit, lalu diteruskan ke polsek dan selanjutnya kami lakukan penanganan,” ungkap kapolsek.
Sepekan menjelang ulang tahunnya, pria kelahiran 28 Maret 1993 ini pergi meninggalkan pilu yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Kepergiannya hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Dalam proses penyelidikan, pihak berwenang tengah berupaya mengungkap tabir di balik aksi nekatnya hingga ditemukan tewas tergantung dalam barak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental. Jika mengalami tekanan emosional atau kesulitan hidup, pentingnya seseorang segera mencari bantuan kepada keluarga, teman, atau tenaga profesional. Dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar sangatlah berarti, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (fit/ens)












